SURABAYA- Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo memberikan pemaparan terkait Aktualisasi Pancasila dalam Seminar Nasional Sosiologi yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Rabu (23/10).
Kepada Bergelora.com dilaporkan, acara yang dihadiri juga oleh Dosen Sosiologi Universitas Airlangga Daniel Theodore Sparringa dan Direktur Institute For Javanese Islam Research Akhol Firdaus ini dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa yang berasalal dari seluruh Indonesia.
Dalam penjelasannya Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP ini menjelaskan bahwa di era digitalisasi ini yang menjadi masalah adalah persepsi.
“Masalah di era digitalisasi lebih pada persepsi. Dalam hal ini ada pertarungan antara modal kapital, budaya dan simbolik,” jelasnya.
Kemajuan teknologi ini pada akhirnya menjadi media yang menampung ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA khususnya sentimental agama. Padahal dari dulu perbedaan dalam keyakinan beragama ini tidak menjadi masalah.
“Masalah keragaman taksir ilahi otoritas yang tunggal dulu tidak dipermasalahkan, damai, dan hidup berdampingan. Padahal dulu agama dan kepercayaan lokal itu banyak, tetapi dapat hidup damai dalam persatuan,” tambah Antonius.
Masalah di era digital ini terjadi karena tidak adanya pendidikan kritis dalam memilah dan penggunaanya yang menjadikan masalah pluralisme terjadi.
“Tidak adanya pendidikan kritis ini menyebabkan masalah pluralisme seperti aksi kekerasan terhadap rumah ibadah, kekerasan kemanusiaan, menganggap keyakinan sendiri lebih benar semakin banyak terjadi semakin sering ditemui,” tegasnya.
Semua permasalahan ini dapat diatasi jika aktualisasi Pancasila diterapkan dalam kehidupan sekarang dan menjadi habituasi yang menciptakan keadaban publik dan meninggalkan politik identitas.
“Pancasila harus menjadi habitus bangsa karena harus dibatinkan dalam prilaku. Ini akan menjadi keadaban publik yang akan merekatkan persatuan,” tegasnya. (Ardiansyah)

