JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan, pendekatan kultural dan kemanusiaan akan lebih difokuskan dalam menangani permasalahan di Papua tanpa menghilangkan pendekatan aspek lain.
“Pendekatan yang dilakukan tentu saja tetap komprehensif,” kata Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (30/10).
Pendekatan keamanan dan penegakan hukum, kata dia, dilakukan untuk menangani kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Berbeda lagi, kata dia, pendekatan yang dilakukan terhadap kebanyakan masyarakat biasa di Papua yang sebenarnya tidak mengetahui apa-apa.
“Kemudian, yang lebih banyak rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa. Itu juga harus melalui pendekatan yang berbeda-beda lagi,” kata dia.
Menurut Mahfud, pendekatan kultural dan kemanusiaan harus tetap menjadi fokus utama tanpa menghilangkan pendekatan hukum dan keamanan.
“Pendekatan militer kalau diperlukan, misalnya, ada separatis,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.
Selama ini, kata dia, berbagai kementerian dan instansi terkait juga sudah melakukan pemetaan, seperti Polri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, dan TNI. Nantinya, kata dia, seluruh jajaran kementerian dan instansi terkait akan diajak untuk melakukan pemetaan persoalan secara lebih komprehensif.
“Besok hari Kamis (31/10/2019), saya mau rapat dulu, mau lihat bagaimana menteri lain melihat itu,” kata Mahfud.
Mendagri Melapor
Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menemui Menko Polhukam Mahfud Md. Tito melaporkan kondisi terkini Papua.
“Dalam rangka melapor sebagai menteri yang di bawah koordinasi beliau, karena beliau sebagai Menko Polhukam,” kata Tito di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/10).
Tito mengatakan, semenjak dilantik dia belum sempat menemui Mahfud karena mendampingi Presiden Joko Widodo ke Papua. Tito juga melaporkan kondisi terkini Papua pada Mahfud.
“Semenjak dilantik saya belum menghadap beliau. Saya kan langsung ke Papua mendampingi pak presiden kemudian beliau menanyakan masalah situasi Papua, jadi saya menghadap beliau untuk menjelaskan situasi papua dan langkah-langkah ke depannya,” papar Tito.
Tito tiba di gedung Kemenko Polhukam sekitar pukul 12.35 WIB. Dia datang dengan mobil dinas dengan plat nomor RI 21. Tak tampak pejabat lain yang mendampingi Tito. (Web Warouw)

