JAKARTA- Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jawa Tengah menanggapi ultimatum BEM SI kepada pemerintah terkait kondisi ekonomi nasional dan seruan “Reformasi Jilid Dua”.
Ketua Eksekutif Wilayah LMND Jawa Tengah, Udin Nurrahman, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, kritik harus dibangun di atas analisis yang objektif dan tidak menyederhanakan persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa.
“Pelemahan rupiah tidak bisa serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan kegagalan pemerintah. Ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi saat ini, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik internasional, hingga kebijakan negara-negara besar yang berdampak pada banyak negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Udin dikutip Bergelora.com di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurutnya, masyarakat juga perlu melihat situasi secara berimbang. Kritik terhadap pemerintah harus disertai pengakuan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, serta menjaga daya beli masyarakat.
Lebih lanjut, Udin mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional di tengah tantangan ekonomi global.
“Yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan gotong royong seluruh elemen bangsa. Mahasiswa, pemuda, pekerja, petani, pelaku UMKM, akademisi, dan pemerintah harus bersama-sama memperkuat ekonomi nasional. Kritik tetap penting, tetapi harus mampu mendorong solusi dan optimisme bagi masa depan bangsa,” tegasnya. (Web Warouw)

