Minggu, 26 April 2026

BENER BANGET…! HUT Korpri, Presiden Jokowi: Tanpa Persatuan, Kita Lemah dan Jadi Pecundang

Presiden Jokowi dalam sebuah acara KORPRI. (Ist)

JAKARTA- Presiden Jokowi menekankan bahwa seluruh bangsa Indonesia khususnya Korpri harus bisa menyatukan rakyat Indonesia. Karena Persatuan dan kesatuan adalah pengikat untuk menuju lndonesia maju. Demikian sambutan Presiden Jokowi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI), di Jakarta, Jumat (29/11).

“Tanpa persatuan, kemajemukan negara tidak akan pernah menjadi energi kolektif untuk mencapai kemajuan. Tanpa persatuan, kita akan menjadi negara yang lemah dan pecundang,” ujarnya.

Saat ini, menurut Jokowi, Indonesia berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu. Revolusi industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan.

Di sisi lain, persaingan antarnegara juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar dan memperebutkan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan negaranya. Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut.

“Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cata-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru,” demikian Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan bahwa,kecepatan, kreativitas dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi.

“Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” tegasnya.

Karena itu, Presiden mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama.

“Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.

Presiden mengajak seluruh Anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari, terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus dipangkas.

“Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi. Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata,” ujarnya.

Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. Bahkan saya sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat.

“Hal yang pahit harus kita lakukan. Karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini jika kita lambat, kita pasti tertinggal. Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi saingan kita,” tegasnya.

 

Kurangi Seremoni

Presiden juga sering mengingatkan bahwa Korpri harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Sekedar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan,” ujarnya.

Dengan kemajuan teknologi, cata kerja birokrasi juga harus berubah. lnovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan. Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah saat ini harus diselesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, lebih efisien dan lebih memberikan dampak yang luas.

“Kita harus optimis menatap masa depan. Kita harus percaya diri menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Menjadi negara pemenang,” ujarnya.

Kuncinya menurut Jokowi adalah harus mau bersatu. Persatuan dan kesatuan adalah pengikat untuk menuju lndonesia maju. Tanpa persatuan, kemajemukan negara tidak akan pernah menjadi energi kolektif untuk mencapai kemajuan.

“Tanpa persatuan, kita akan menjadi negara yang lemah dan pecundang,” ujarnya.

Karena itu, Presiden mengajak pada seluruh anggota KORPRI yang tersebar di seluruh lndonesia menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaraan sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air.

“Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar. Negara dengan ’17 ribu pulau, dengan agama, suku, budaya dan bahasa daerah yang beragam. Kita adalah negara yang ber-bhinneka tunggal ika. Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Kemajemukan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa lndonesia, yang harus kita jaga dan rawat bersama-sama,” ujarnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Sebagai Presiden Republik lndonesia dan Penasihat Nasional KORPRI, Jokowi juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota KORPRI dimanapun berada, baik yang ada di tanah air maupun di seluruh penrakilan Republik lndonesia di Luar Negeri.

“Saya ingin menyampaikan salam sekaligus apresiasi khusus pada anggota KORPRI yang bertugas di pelosokpelosok negeri, di pulau-pulau terdepan, di kawasan perbatasan dan wilayah-wilayah terisolir. Mereka adalah abdi negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, untuk memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air. Terima kasih atas pengabdian yang saudara-saudara berikan kepada rakyat, bangsa dan negara,” ujar Jokowi. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles