Minggu, 26 April 2026

TEPAT MEEEN…! Bimbim Slank: Ahok Bawa Pengaruh Besar, Dia Orang Yang Tepat Di Pertamina

Bimbin ‘Slank’. (Ist)

JAKARTA- Bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Bimbim, pemain drum Slank punya keyakinan bahwa Ahok mampu menjalankan tugasnya sebagai komisaris utama di perusahaan minyak pelat merah itu. Sebelumnya mantan Menteri ESDM, Dahlan Iskan dan Mantan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro pun sudah menyatakan dukungan terhadap Ahok.

“Gue punya pengalaman, orang yang punya integritas tinggi ditaruh di situ (Pertamina), itu ternyata pengaruhnya besar,” ucap Bimbim Slank saat ditemui di Mal FX, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

Bimbim Slank mencontohkan, ketika Fadjroel Rahman ketika menjadi Komisaris Utama PT Adhi Karya yang membawa kemajuan. Ia juga berharap Ahok bisa seperti itu.

“Dulu pernah Mas Fadjroel ditaruh di Adhi Karya. Dan insya Allah sih, kan kita tahu Ahok, integritas dan track record-nya (rekam jejak) jelas. Ya mudah-mudahan sih,” ucap Bimbim.

“Ya kita kan dalam rangka perubahan di Pertamina, kita rasa dia orang yang tepatlah di situ,” timpal Ivanka.

Bimbim menambahkan, masuknya Ahok sebagai Komisaris Utama di Pertamina bisa membawa perubahan agar perusahaan minyak negara itu tak seperti dalam lagu Slank.

“Supaya Pertamina tidak seperti di dalam lirik lagu Slank lagi kan, biar titik noda hitamnya hilang,” imbuh Bimbim.

Lagu Slank yang dimaksud Bimbim adalah lagu berjudul Kritis BBM. Lagu itu dibuat pada tahun 2005 dalam album Slankissme.

Di dalam liriknya, Slank dengan jelas menuliskan Pertamina di dalamnya, yakni berbunyi “BBM naik sama dengan hidup penuh tanda tanya? Kelebihan dananya kemana???? Tambah noda hitam PERTAMINA oya! … aha (spoken) BBM naik = kepanikan dimana2!”.

Dukungan Dahlan Iskan

Kepada Bergelora.com dilaporkan, selain itu, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendukung penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Dahlan yakin mantan Gubernur DKI Jakarta itu mampu menjalankan tugasnya sebagai komisaris utama di perusahaan minyak pelat merah itu.

“Menjadi dirut pun BTP (Ahok) mampu. Saya tidak pernah meragukan kemampuan BTP,” ujar Dahlan di laman pribadinya Kamis (28/11)

Dahlan menjelaskan, tugas komisaris utama tak seberat menjadi direktur utama. Kendati begitu, Dahlan pun meyakini jika jadi direktur utama Ahok akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Komut tidak seberat dirut. Pekerjaan komut adalah pengawas. Mengawasi direksi. Ia mengawasi. Bukan menjalankan,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, kinerja komisaris utama susah untuk dinilai. Biasanya, kinerja komisaris utama bisa dilihat dari hubungannya dengan para dewan direksinya.

“Harmonis adalah kata kuncinya. Komisaris dan direksi harus harmonis. Agar perusahaan cepat mengambil putusan. Ya atau tidak. Atau ditunda. Tapi ada keputusan,” ucap dia.

Dukungan Purnomo Yusgiantoro

Sebelumnya, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menyebut sejumlah pekerjaan rumah berat yang harus dibereskan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Permasalahan di Pertamina selalu berkembang dinamis, tapi salah satunya (persoalan) utama itu menjaga efisiensi dan efektivitas perusahaan itu,” ujar Purnomo saat menghadiri forum bertajuk Penguatan Ketahanan Energi untuk Mendukung Ketahanan Nasional di Gedung Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Kamis (28/11).

Purnomo yang juga mantan Menteri Pertahanan itu menuturkan, efisiensi yang ia maksud adalah bagaimana kinerja Pertamina secara input dan output berjalan baik.

“Efisiensi itu bicara sumber daya manusia, capital atau investasi, teknologi dan lingkungan. Empat hal ini yang berpengaruh bagaimana efisiensi bisa dilakukan, ” ujarnya.

Sedangkan efektivitas, ujar Purnomo, bagaimana Pertamina mencapai target target yang sudah ditetapkan agar tak meleset.

“Contohnya kan sekarang yang dihadapi masalah defisit perdagangan. Karena di migas ini impornya banyak, ini bagaimana diselesaikan oleh Ahok,” Purnomo Yusgiantoro. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles