Jumat, 24 April 2026

PAHAM GAK….! BPIP: Angkat Beban Hidup Rakyat yang Kebanjiran Daripada Habiskan Triliunan Untuk Balap Formula

Salah satu titik banjir di Jakarta, Selasa (25/2). (Ist)

JAKARTA- Banjir terus terjadi di Jakarta menjadi refleksi tata kelolah keadaban alam dalam hal tanggung jawab moral pemimpinan daerah untuk mencari solusi terbaik bagi rakyatnya. Demikian Romo  Benny Susetyo dari Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (25/2).

“Moralitas pejabat diuji ketika memiliki jiwa satria mau bertangungjawab menyelesaikan masalah dengan membangun sinergi dengan kementerian terkait dan kepala daerah tetangga,” tegasnya

Untuk menyelesaikan masalah banjir Jakarta menurutnya membutuhkan pemimpin yang rendah hati dan mau koordinasi.

“Saatnya  pemimpin menunjukkan pahtos yakni merasakan derita rakyat kebanjiran dan beban hidup berat dengan kemauan untuk segera menyelesaikan masalah banjir mendesak dari pada menggunakan anggaran triliunan rupiah untuk balap formula,” ujarnya.

Menurutunya, pemimpin yang mempunyai pahtos akan mengedepan kepentingan rakyatnya karena hukum tertinggi adalah mendahulukan kepentingan menyelesaikan penderitaan rakyat.

“Pemimpin harus tunduk pada daulat rakyat bukan pada kepentingan yang lain. Kepatuhan suara hati menjadi pilihan utama dalam mengambilan keputusan,” tegasnya.

3.565 Pengungsi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut 3.565 warga mengungsi akibat banjir hari ini. Mereka tersebar di 40 titik lokasi pengungsian.

“Total pengungsi 973 KK, 3.565 jiwa yang berada di 40 lokasi pengungsi,” ucap Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan, Mohammad Insaf dalam keterangannya, Selasa (25/2).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku saat ini sedang menangani pengungsi. Mereka menyediakan kebutuhan bagi masyarakat di lokasi pengungsian.

“Sedangkan BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah mendistribusikan bantuan kepada warga yang mengungsi dan mendirikan posko,” ucap Insaf.

Menurut Insaf, banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi sehingga beberapa pintu air mengalami kenaikan status siaga.

“Curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang terjadi di wilayah DKI Jakarta dengan curah hujan tertinggi yang terukur oleh stasiun BMKG sebesar 278 mm/hari di Stasiun Meteorologi Kemayoran, sehingga menyebabkan beberapa pintu air mengalami kenaikan status siaga dan sungai meluap,” kata Insaf.

Berikut ini 40 lokasi pengungsian di Jakarta:

1. Masjid Al Muhibin

2. Yayasan Al Hanif RT 03

3. Masjid Al Muhajirin RW 10

4. Musala Al Istiqomah, TPQ-TKI Rambanee

5. Kantor Kelurahan Kampung Melayu

6. Kantor Pos RW 07

7. Aula Masjid Ittihadul Ikhwan RW 08

8. SKKT

9. Kantor Daihatsu RW 15 dan Aula Kantor Kelurahan Kayu putih

10. Jln Baru Pulonangka RW 16 dan Masjid Darussalam RW 16

11. Musala Kelurahan

12. Masjid Al-Muqorobin

13. Aula Kelurahan

14. Masjid Darul Maarif

15. Musala Miftahul Salam

16. Musala Istiqomah

17. Musala Albarokah

18. Dipo Kontainer PT Bestindo Central Container, Jl Cakung Cilincing

19. Yayasan Al Wathoniyah 14, Jl Rorotan 3

20. RPTR Pancarona, Jl Rorotan VI

21. Kantor RW 08

22. Musala Malaka Bulak

23. Sekretariat RW 01, 02, dan 03

24. Musala Nurul Bayan

25. Sekolah ZamiZami

26. Posyandu Puji Bakti

27. Masjid Baiturrahim

28. Bengkel RW 012

29. Kantor Kelurahan Sukapura

30. Rusun Blok A

31. TK Negeri Semper

32. Aula Tje Tje Rahman

33. RPTRA Triputra Persada Hijau

34. Masjid Ad-Da’wah

35. Kantor RW 10

36. Kantor RW 11

37. SKKT RW 05

38. Masjid At Taqwa

39. Apartemen Gading Nias

40. Rusunawa Pengadegan.

(Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles