JAKARTA – Partai Golkar dan PKS menghasilkan persamaan pandangan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan. PKS yang merupakan partai oposisi mendukung RUU usulan Presiden Joko Widodo tersebut.
“Kami bahas bersama RUU Cipta Kerja dan RUU Perpajakan. Ada kesepakatan bahwa kita akan mendorong transformasi struktural perekonomian,” ujar Ketum Golkar Airlangga Hartarto usai pertemuan di kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (25/2).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin menjelaskan siapapun harus diajak berdialog karena Omnibus Law ini untuk kepentingan bersama sehingga perlu komitmen bersama juga.
Menurutnya RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan sangat penting untuk menjawab dan mengatasi berbagai masalah usaha. Jika masalah tersebut dapat diatasi maka akan memberi dampak positif bagi peningkatan dan perbaikan ekosistim investasi di tengah-tengah persaingan ekomomi dunia yang semakin kompetitif.
“Untuk itu perlu dipersiapkan peraturan pelaksananya dengan segera. RUU ini perlu dipercepat pengesahannya terkait dengan persaingan global yang semakin kompetitif menyaring dan menciptakan iklim investasi yang bersahabat, efektif dan efisien,” tegas Nurul Arifin kepada Bergelora.com secara terpisah.
Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan mendukung Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan. Menurutnya, transformasi struktural ekonomi ini sejalan dengan isu yang didorong PKS saat menjadi anggota koalisi Prabowo-Sandiaga.
“Saya kira keinginan melakukan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia ini satu frekuensi lah kami. Kemudian ini akan diterjemahkan dalam Omnibus Law,” kata Sohibul.
Sohibul mengingatkan, Omnibus Law harus tetap menjaga koridor otonomi daerah yang dinapaskan reformasi.
“Tentu harus kita jaga. Kita ingin menguatkan otonomi daerah ke depan semakin baik lagi. Itu pembicaraan kita,” kata dia.
Kerja Sama di Pilkada
Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengaku juga membahas kerja sama di Pilkada 2020. Hal itu juga diakui Presiden PKS Sohibul Iman. Menurut Sohibul banyak potensi kerja sama antara kedua partai.
“Kita sampaikan dari assessment kami di DPP PKS ternyata banyak potensi atau peluang PKS dengan Golkar untuk melakukan kerja sama di Pilkada 2020. Nanti secara teknis tim kedua pihak akan menyisir di mana yang kita bisa kerja sama,” jelas Sohibul. (Web Warouw)

