JAKARTA- Empat orang lagi dokter meninggal saat sedang mewabah virus Corona di Indonesia. Bergelora.com mendapatkan pesan singakat dari Dr. Rustam Pakaya, mantan Kepala Pusat Penanganan Krisis, Departemen Kesehatan (2006-2009), Sabtu (4/4)
Para dokter yang barusan meninggal adalah Dr. Lukman SpOT dan Dr. Ketty, keduanya dari Tangerang Selatan. Kemudian Dr. Bernadet SpTHT, dari Makassar dan Drg. Gunawan Oentaryo dari Banjarmasin. Jadi total dokter yang telah gugur dalam perjuangan melawan wabah Corona ada 21 orang. Sementara perawat yang gugur ada 7 orang. Sehingga total keseluruhan tenaga medis Indonesia yang telah berjuang dan gugur menyelamatkan rakyat dari wabah ini ada 28 orang
Sebelumnya, Siti Fadilah Supari menyampaikan pesan duka cita mendalam atas gugurnya para dokter dan tenaga kesehatan Indonesia.
“Kepada para Martir dan Syuhada, Selamat jalan para patriot perang melawan Corona di Indonesia! Perjuangan dan pengorbananmu tidak akan sia-sia! Terimakasih untuk semua ketulusan, keberanian dan pengorbananmu! Kami tidak akan pernah melupakanmu! Indonesia pasti Menang! We shall overcome! “ tegasnya dalam pesan singkatnya yang diterima Bergelora.com di Jakarta, Jumat (4/4) dari dalam Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Sebelumnya ini daftar dokter yang telah gugur terlebih dahulu:
1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (GB FKM UI)
3. drg. Amutavia Pancasari Artsianti Putri, Sp. Ort (RSUD Jati Sampurna, Bekasi)
4. drg. Yuniarto Budi Santosa, M.Kes (Dinkes Kota Bogor)
5. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
6. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
7. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta)
8. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
9. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
10. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan)
11. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU)
12. dr. Toni Daniel Silitonga (Dinkes Bandung Barat)
13. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan)
14. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
15. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS. Gugur pagi ini pk. 06.00 di RSAL Mintohardjo.
16. Dr. Maas Musa Sp.A (Serpong).
17. Drg. Roselani Odang Sp.Pros
Ini daftar 7 perawat yang telah gugur melayani pasien Corona:
1. Ny.R,A.Md.Kep. (RSUP Persahabatan, DKI Jakarta)
2. Ninuk Dwi P,A.Md.Kep (Perawat ICU RSCM, DKI Jakarta)
3. Setia Ari Wibowo,A.Md. (Kepala Perawat ICU RS.Premier Bintaro Tangerang Selatan
4. Letkol Ny.Mulatsih, S.Kep,Ners. (RS.TNI AL Mintoharjo, Jakarta)
5. H.Harmoko,S.Kep,Ners, SH,MH.Kes (PPNI Semarang)
6. Sugiarto,A.Md.Kep. (Perawat Ruang Bedah, RSPAD Gatot Subroto, DKI Jakarta)
7. Mursyida,A.Md.Kep. (Perawat Puskesmas, Kampung Teleng, Kota Sawalunto)
Ucapan bela sungkawa juga disampaikan oleh Alraki Hiraki, salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Cirebon.
“Selamat jalan teman sejawatkua perawat Indonesia. Semoga amal ibadah mu diterima Tuhan Yang Maha Esa. Dengan keterbatasan APD, pengabdianmu, kerja kerasmu dan tugas muliamu melawan Corona. Sampai engkau merelakan nyawa mu sendiri demi nyawa dan raga orang lain. Engkaulah pahlawan bangsa. Pasti Tuhan Yang Maha Esa akan membalasmu dengan Surga-Nya. Amin,” ujarnya dari Cirebon.
Menurut Alraki Hiraki para perawat bertugas dan dokter sangat kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai misal baju Hazmat lengkap dan butuh suplemen vitamin C baik minuman maupun tablet.
Saat ini dirinya bertugas di Puskesmas sebagai surveilans epidemiologi yang bertugas melakuan skrining dan pemantauan langsung pada Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dalam wabah Corona saat ini sebelum pasien di rujuk ke rumah sakit rujukan.
“Sekarang jangan beda-bedakan kami yang sedang bertugas, karena kami sama-sama menyabung nyawa baik yang di rumah sakit maupun yang di puskesmas atau langsung terjun di masyarakat. Segera realisasi kebutuhan kami dalam melayani pasien dan masyarakat. Semua kami baik yang ASN atau yang honorer selalu siap melayani,” tegasnya. (Web Warouw)

