JAKARTA- Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab naiknya air laut ke permukaan yang terjadi pada Jumat (26/4) sekitar pukul 22.40 WITA.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Dwikorita menuturkan, sejauh ini dirinya belum mendapat informasi penyebab naiknya air laut tersebut. Namun ia menyebut memang ada kenaikan tinggi gelombang di sekitar NTT.
“Kami monitor tinggi gelombang laut, ini saya sedang menunggu hasil monitoring gelombang laut. Karena sekarang ada kenaikan tinggi gelombang itu, jadi kaya kemarin ada siklon (Seroja),” kata Dwikorita saat dihubungi.
Akibat naiknya air laut, masyarakat di Kabupaten Lembata berbondong-bondong menyelamatkan diri dan mengungsi ke tempat tinggi. Menyikapi itu, Dwikorita meminta masyarakat sementara menunggu di tempat tinggi.
“Kalau warga sudah di atas, biarkan di atas dulu, karena kalau disuruh turun juga belum pasti,” ucap Dwikorita.
Lebih lanjut, terkait dengan potensi tsunami, Dwikorita belum bisa memastikan. Namun ia menjamin BMKG terus monitoring perkembangan di NTT.
“Tsunami ini tidak terdeteksi. Untuk sementara yang tsunami ini datanya tidak menunjukkan, tapi saya tetap menjaga, meski tak menunjukkan saya minta untuk diawasi terus,” tutup Dwikorita. (Enrico N. Abdielli)

