Minggu, 26 April 2026

MANA BUUUU…? UMKM Pertanyakan Bantuan Rp184 T dan Insentif Usaha Rp58 T

JAKARTA- Pelaku UMKM pertanyakan bantuan pemerintah yang tak pernah sampai ditangan para pengusaha kecil menengah.

Ibu Diah dan Ibu Fitri yang membuka warung makan di Kalibata City, Jakarta Selatan sampai saat inipun belum pernah menerima bantuan dan insentif UMKM dari pemerintah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah mengumumkan bantuan sebesar Rp184 triliun dan insentif usaha sebesar Rp58 triliun.

“Kami cuma dengar dari berita dan cerita orang bahwa ada bantiuan itu. Tapi entah bagaimana bisa mendapatkannya kami tidak pernah tahu,” ujar Bu Diah yang membuka warung makan di Tower Gaharu, Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (15).

Dimasa pandemi Covid 19 ia mengaku omsetnya menurun namun harus bertahan karena mempekerjakan 4 karyawannya.

“Terpaksa pinjam dari koperasi dengan bunga 20%. Kalau kita tutup, karyawan lebih sulit lagi,” katanya.

Senada dengan hal tersebut Bu Fitri mengeluhkan bantuan pemerintah justru jatuh ditangan orang-orang yang tidak terlalu membutuhkan.

“Saya bisa bertahan karena pinjaman koperasi yang sama. Padahal saya harus bisa sediakan makanan murah untuk pekerja di sini. Itung-itung meringankan bebam mereka,” katanya.

Warung bu Fitri di Tower Jasmine, Kalibata City juga menghidupi 5 orang karyawannya.

“Saya tidak minta bantuan dari pemerintah. Saya hanya butuh pinjaman dengan bunga ringan tanpa jaminan. Seperti yang disampaikan di berbagai.media,” katanya.

Kalau saja para pelaku UMKM di Jakarta, yang dekat dengan pusat kekuasaan tidak bisa mengakses bantuan, Bu Diah.dan Bu Fitri mempertanyakan nasib UMKM di daerah-daerah Jawa dan luar Jawa.

“Syarat maksimal 21 tahun untuk menerima bantuan, terus bagaimana dengan kami?” kata Bu Diah.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa UMKM telah mengalami pukulan keras karena pembatasan mobilitas masyarakat saat pandemi Covid-19.

“Padahal mereka memiliki porsi besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menkeu Sri Mulyani, dikutip Bergelora.com dari keterangannya di instagram @smindrawati pada Minggu (18/4/).

Menurutnya, untuk menjaga daya tahan UMKM, pemerintah ditahun 2021 ini mengalokasikan bantuan anggaran untuk UMKM dan korporasi.

“Pemerintah mengalokasikan anggaran dukungan sebesar Rp184,83 triliun, serta dukungan insentif usaha sebenar Rp58,46 T triliun untuk UMKM dan Koperasi,” tandasnya.

Pasalnya, UMKM berperan penting dalam menciptakan kesempatan kerja dan memacu kreativitas masyarakat dalam membuat sebuah produk yang berkualitas.

Selain dukungan itu, acara-acara yang mempromosikan UMKM, seperti UMKM Fest seperti yang diselenggarakan oleh Bank BCA diharapkan UMKM mampu dapat semakin terpacu semangatnya untuk terus berkarya dan meningkatkan produktivitasnya.

“Saya mengapresiasi inisiatif yang sangat baik dari sektor swasta ini karena telah berpartisipasi bersama pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional,” kata Sri Mulyani.

Semoga, sambungnya, ke depan akan ada forum-forum lain bagi UMKM untuk saling bertukar pengalaman, menggali ide-ide kreatif baru, meningkatkan kualitas produk, mengembangkan akses pasar baru, dan terpenting berbagi pengetahuan dalam menanggulangi tantangan seperti pandemi ini.

“Kepada seluruh pelaku UMKM, terus bersemangat, terus berjuang, dan terus tekuni bidang yang telah Anda pilih dengan seluruh kemampuan pikiran. Yakinlah perjuangan ini akan membuahkan hasil yang baik, sehingga produk-produk UMKM kelak dapat menembus pasar domestik maupun global,” papar Sri Mulyani.

“Bangkitnya UMKM adalah bangkitnya ekonomi Indonesia!,” pungkasnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles