Senin, 25 Mei 2026

ADA BELATUNG HUBUNGI SIAPA NIH..? Pemerintah Siapkan Call Center Aduan MBG, Warga Bisa Lapor

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah tengah menyiapkan layanan pengaduan ( call center ) untuk program Makan Bergizi Gratis ( MBG ).

Dengan layanan ini, masyarakat dapat langsung melaporkan permasalahan di lapangan.

“Nanti di BGN (Badan Gizi Nasional) ada call center. Di sini kami bikin juga nanti pusat pengaduan (pusat pengaduan) sehingga pelaksanaan yang di bawah itu nanti bisa cepat,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas ini dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Sabtu  (4/4).

Ia menjelaskan mekanisme pengaduan ini disiapkan sebagai bagian dari penyempurnaan tata kelola program MBG yang saat ini telah berjalan di 38 provinsi dengan lebih dari 61,6 juta penerima manfaat.

Pemerintah menilai sistem respon cepat diperlukan mengingat skala program yang besar.

Zulhas menambahkan, melalui sistem ini, laporan dari masyarakat di daerah dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Kalau ada di ujung desa, ada di ujung Kabupaten (mau ) mengadu, bisa langsung kita ambil langkah-langkah untuk penanganannya. Cepat. Kalau bisa hari ini lapor, hari ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Selain menyiapkan kanal pengaduan, pemerintah juga tengah memperkuat regulasi dan koordinasi lintas lembaga.

Penyempurnaan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, yang menjadi dasar dalam pengaturan pelaksanaan program, termasuk pengawasan, standar operasional, serta mekanisme penanganan keluhan di lapangan.

“Berdasarkan Perpres 115/2025, kami juga menyempurnakan aturan-aturan agar semua bisa secara ketat mengacu pada aturan yang berlaku,” kata Zulhas.

Ia menyebutkan pengawasan juga akan diperkuat melalui pembentukan satuan tugas (satgas) yang melibatkan berbagai tingkatan, mulai dari bupati, camat, hingga puskesmas. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respon terhadap keluhan maupun temuan di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk penertiban terhadap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Menurut Zulhas, penyempurnaan ini dilakukan secara bertahap agar pelaksanaan program semakin baik dan sesuai target pemerintah.

“Kalau bisa hari ini lapor, hari ini bisa diselesaikan. Jadi memang bertahap ini,” ujarnya.

Belatung di MBG

Ada belatung di MBG Pandeglang. (Ist)

Sementara itu terpisah dilaporkan bungkamnya Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pandeglang terkait temuan belatung dalam paket makanan siswa di SDN Cikadu 1, Desa Cikadu, kecamatan Cibitung memicu kemarahan warga.

Hingga saat ini, pihak yang berwenang belum memberikan penjelasan terkait adanya temuan tersebut, oleh karena itu, warga mendesak Satgas untuk menutup dapur umum tersebut.

Keresahan ini bermula saat sejumlah orang tua siswa melaporkan adanya ulat dan belatung kehidupan yang menggeliat di dalam lauk pauk dalam menu MBG yang dibagikan di sekolah tersebut.

Bukti video berdurasi 00.23 detik temuan tersebut telah tersebar luas di media sosial, namun respon dari pihak terkait dinilai sangat lamban.

Wakil Ketua PPBNI Satria Banten Cibitung, Jalu, mengaku kecewa karena terjadi hal demikian akibat kelalaian yang seharusnya bisa diminimalisir.

Namun, Ia menilai pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum di Pandeglang masih sangat lemah.

“Kami tidak butuh makan gratis kalau isinya belatung. Ini soal nyawa anak-anak. Jika Satgas saja bungkam, berarti ada yang tidak beres. Kami minta dapur penyedianya ditutup dan kontraknya diputuskan!” tegas Jalu, Sabtu (4/4/2026).

Ia juga mengatakan bahwa keberadaan belatung adalah salah satu indikator yang jelas bahwa proses pengolahan makanan tidak higienis atau menggunakan bahan baku yang sudah busuk.

Bisa jadi kata dia, makanan yang tersebar sudah terkontaminasi larva lalat dan jika dikonsumsi bisa saja menyebabkan diare bagi siswanya.

“Itukan ada belatungnya, kalau dikonsumsi sama anak-anak bisa aja mereka nanti sakit perut,” ujarnya.

Hingga saat ini, Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Pandeglang belum merespon upaya konfirmasi media. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles