Sabtu, 9 Mei 2026

KEREN BANGET NIH..! Proyek Kereta Api Pertama di Kalimantan Rp 25 Triliun Diharapkan Tersambung ke IKN

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berencana membangun jaringan kereta api pertama di Pulau Kalimantan. Pemprov Kaltara juga optimis jaringan tersebut dapat terhubung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang mengatakan, sudah ada investor nasional yang serius berkomunikasi untuk merealisasikan proyek tersebut.

Rute awal akan menghubungkan Malinau, Tana Tidung, hingga Tanjung Selor di Bulungan.

“Insyaallah investor untuk pembangunan jaringan kereta api akan masuk di Kaltara. Rencananya mulai dari Malinau, Tana Tidung sampai ke Tanjung Selor,” ujar Zainal Paliwang, dikutip Bergelora.com di Jakarta,  Sabtu (9/5/2026).

Ia juga berharap, jaringan kereta yang sudah dibangun nantinya bisa tersambung ke wilayah lain di Pulau Kalimantan serta lintas negara ke Brunei Darussalam dan Malaysia.

Sebelum pembangunan dimulai, Zainal menyebutkan bahwa investor siap menggelontorkan dana hingga Rp 25 triliun.

Pemprov Kaltara percaya diri proyek tersebut bisa segera terwujud karena investor dinilai sangat serius.

Pembangunan rel kereta api di Kalimantan Tengah 2017. (Ist)

Kita optimis dapat merealisasikannya, karena investor ini benar-benar serius,” tandasnya.

Target penandatanganan MoU dengan investor direncanakan masih di tahun ini.

Zainal menambahkan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan kereta api di luar Jawa sangat kuat. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

“Pak AHY menyampaikan semua pulau diupayakan memiliki kereta api. Jawa sudah selesai, Sumatera sudah sebagian, Sulawesi juga sudah ada. Kalimantan ini yang belum, dan sekarang mulai dipersiapkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan jalur kereta pertama di Kalimantan. Proyek tersebut dinilai sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antardaerah.

“DPRD Kaltara berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam mendorong investasi strategis, terutama di sektor infrastruktur,” kata Achmad sebelumnya beberapa waktu lalu.

Achmad menekankan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan investor menjadi kunci keberhasilan proyek. Selain itu, dibutuhkan juga dukungan regulasi melalui Perda ditambah tahapan lainnya yang akan dilakukan secara bertahap menjelang penandatanganan MoU.

Rute Kereta Api yang akan menghubungi seluruh kota strategis di Kalimantan. (Ist)

“Kolaborasi yang kuat akan mempercepat realisasi pembangunan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Jalur Kereta Segera Dibangun Bertahap

Setelah tidak ada kabar tentang pembangunan rel kereta api di Kalimantan, baru-baru ini Pemerintah Indonesia kembali merencanakan serius membangun rel kereta api yang menghubungkan kota-kota utama di seluruh pulau Kalimantan.

Dalam renstra 2020-2024 Kementerian Perhubungan RI sudah memetakan tahap konstruksi pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

Rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur untuk pembangunan jalur kerata api trans Kalimantan Balikpapan Samarinda sepanjang 20 kilometer.

Adapun di Kalimantan Tengah, rencana pembangunan jalur kereta berbeda dengan Kalimantan Timur karena khusus jalur barang sepanjang 96 Km dari Puruk Cahu-Bangkung hingga Batanjung. Jalur kereta api di provinsi itu ditargetkan selesai pada 2024 dengan menggunakan dana APBN.

Total target rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan oleh Kementerian Perhubungan sepanjang 2.428 Km yang dibangun secara bertahap.

Dalam rencana jangka panjang Kementerian Perhubungan RI sampai dengan 2030 pembangunan bertahap prasarana perkeretaapian meliputi jalur, stasiun dan fasilitas operasi meliputi Puruk Cahu-Bangkunag, BalikpapanTanah Grogot – Tanjung, Balikpapan – Samarinda, Tanjung – Paringin – Barabai – Rantau – MartapuraBanjarmasin, Banjarmasin – Palangkaraya, Bandara Supadio – Pontianak – Mempawah – Singkawang-Batas Negara, Tabang – Maloy, Kutai Barat – Paser –Balikpapan, Gunung Mas – Katingan.

Pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan wilayah sumber daya alam atau kawasan produksi dengan pelabuhan diantaranya adalah Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan Balikpapan (Kalimantan Timur).

Spesifikasi teknis dasar untuk jaringan kereta api di koridor Kalimantan secara umum diarahkan menggunakan lebar jalan rel 1435 mm guna mengakomodir potensi angkutan barang di wilayah tersebut. Penggunaan lebar rel yang berbeda tetap dimungkinkan berdasarkan kajian maupun kebijakan.

Di sisi lain, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebutkan PT Kereta Api Borneo (KAB) akan mengoperasikan proyek pembangunan kereta api single track sepanjang 203 Km.

Dalam infrastruktur senilai Rp53,3 triliun itu meliputi stasiun, jetty batubara, pelabuhan dan PLTU dengan kapasitas 15 Megawatt. Proyek itu melewati Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser dan Kota Balikpapan.

Kereta Api Borneo telah mengajukan permohonan perubahan status dari kereta api khusus menjadi kereta api umum yang memungkinkan KAB mengangkut penumpang barang non-afiliasi seperti minyak kelapa sawit dan juga kayu. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles