JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukan terkait anggaran pembelian motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebutnya sebagai kecolongan. Nilai anggaran tersebut mencapai Rp1,05 triliun untuk pembelian impor 25 ribu motor listrik.
Ia mengaku telah menolak pengadaan motor listrik tersebut tahun lalu. Namun pos anggaran tersebut tetap muncul. Kata dia kecolongan ini terjadi melibatkan sistem perangkat lunak Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan.
Menurut Purbaya, sistem tersebut sedang diperbaiki agar tidak ada lagi kebobolan serupa.
“Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak,” ujar Purbaya sikutip Bergelora.com di Jakartai , Jumat (15/5).
“Pak Dirjen Anggaran akan melihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin software -nya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki,” lanjutnya.
Purbaya bertekad tidak ada lagi bocoran serupa ke depannya. Semua anggaran akan sangat ketat, termasuk program MBG.
Tidak Ada Subsidi untuk Mobil Hybrid
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pengadaan motor merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia juga menyebut realisasi pengadaan motor listrik mencapai lebih dari 21 ribu unit. Sedangkan proses realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap mulai Desember 2025.
“Pengadaan motor tersebut memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4).
Disorot KPK

Pengadaan sekitar 25 ribu sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). KPK menjelaskan pengadaan barang dan jasa adalah lahan rawan korupsi.
KPK tentu memberikan perhatian soal itu, kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa (14/4),
Sebelumnya diketahui masyarakat bahwa BGN melakukan pengadaan puluhan ribu motor listrik usai muncul video viral di media sosial yang menampilkan banyak motor listrik jenis trail berlogo BGN di sebuah gudang besar di Jawa Barat.
Motor listrik ini juga tampak memiliki logo Emmo, dugaannya merupakan model bernama JVX GT.
Daerah Rawan
Budi menyampaikan perhatian KPK pada situasi ini karena pengadaan barang dan jasa salah satu daerah rawan terjadinya korupsi.
“Terkait dengan pengadaan itu, tentu KPK juga menyoroti karena memang pengadaan barang dan jasa itu menjadi salah satu daerah yang rawan terjadinya tindak pidana korupsi,” katanya.
Tindak pidana korupsi dikatakan bisa terjadi dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban dalam pengadaan barang dan jasa.
“Mulai dari proses awal, perencanaannya apakah sudah dilakukan analisa kebutuhannya hingga akhirnya berakhir pada spesifikasi kendaraan-kendaraan yang dibutuhkan?” ujar Budi.
“Kemudian terkait dengan kebutuhan, apakah kebutuhan itu merata? Artinya, kendaraan dengan spek demikian itu rata dibutuhkan di semua lokasi atau seperti apa?” ujar dia lagi.
Budi juga menyoroti isu PT Yasa Artha Trimanunggal sebagai pemenang pengadaan yang dinilai belum banyak memiliki dealer atau penyalur. Dia mengatakan lembaga antirasuah memandang hal tersebut dari proses yang dilakukan oleh BGN.
“Dalam konteks pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kan tentu itu harus dilihat, kenapa misalnya vendor A yang menang, gitu kan? Pasti ada argumentasi-argumentasi dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut. Nah, itu nanti nantinya harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Kepala BGN Akui Realisasi Motor Listrik MBG Capai 21 Ribu Unit

Sebelumnya dilaporlan, Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi prihal viralnya video sepeda motor listrik yang disebut akan digunakan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, pengadaan motor merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia juga menyebut realisasi pengadaan motor listrik mencapai lebih dari 21 ribu unit. Sedangkan proses realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap dimulai Desember 2025.
Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4).
Ia namun tak mengurai apakah kendaraan yang dimaksud sama seperti seperti sepeda motor pada video viral saat ini. Dadan hanya menegaskan jika pengadaan motor listrik untuk MBG bukanlah 70 ribu unit, karena aslinya jauh di bawah itu.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” ucap Dadan.
Meski begitu, Dadan memastikan motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
Dadan juga berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.
Sebelumnya beredar video yang menampilkan deretan sepeda motor tersusun rapi di sebuah area menyerupai gudang. Motor tampak masih baru, terlihat dari plastik transparan yang membungkus sebagian bodi dan jok.
Rupa motor juga telah disesuaikan dengan identitas MBG melalui bodi berwarna biru muda serta embose logo Badan Gizi Nasional (BGN).
Sejauh ini belum dapat dipastikan detail dari kendaraan yang terpampang dalam video, namun dugaannya merek Emmo.
Dari penampakannya, motor ini berjenis trail yang ukurannya mirip dengan Honda CRF150 L maupun Kawasaki KLX 150. Ada kemungkinan motor itu adalah Emmo JVX GT.
Berdasarkan situs resmi, Emmo JVX GT b motor listrik bergaya petualang bertenaga hingga 7.000 W dan dirancang untuk segala medan, sedangkan klaim jarak tempuh 70 km. Kemampuan itu diperoleh dari baterai 72v 31Ah. Perusahaan juga mengklaim JVX GT mendukung pengisian cepat dengan pengisian dari 30 persen hingga 80 persen dalam satu jam.
Terkait harga, Emmo JVX GT dijual dengan banderol Rp56,8 juta.
Tak hanya berjenis trail, dalam video lain juga terlihat deretan motor berjenis skutik yang nampaknya telah disesuaikan karakternya dengan identitas MBG, yaitu warna biru dan logo BGN. Kali ini motor tersebut telah dimuat di atas beberapa truk.
Belum dapat dipastikan merek motor skutik yang dipamerkan tersebut.

