Jumat, 15 Mei 2026

JANGAN GAGAL LAGI..! Indonesia & Rusia Teken Kerja Sama Ekonomi, Ini Isinya

JAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov meneken kesepakatan atau agreed minutes pada sidang komisi Indonesia-Rusia. Ini mencakup Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik.

Agreed Minutes tersebut merupakan dokumen bersama yang memuat perkembangan atas pelaksanaan kerja sama bilateral, kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB, serta arah tindak lanjut kerja sama di berbagai sektor prioritas.

Dokumen ini menjadi acuan penting untuk memastikan kesinambungan implementasi hasil-hasil pembahasan kedua negara secara lebih terarah dan konkret.

Airlangga menyebut kesepakatan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat dan menindaklanjuti kerja sama bilateral di berbagai bidang prioritas, sejalan dengan arahan Pemimpin kedua negara dalam mendorong penguatan hubungan bilatral antara Indonesia dan Rusia.

“Dokumen ini menjadi acuan penting bagi kedua negara dalam melanjutkan dan memperkuat implementasi kerja sama pada berbagai sektor prioritas serta memetakan berbagai potensi yang selama ini belum dikembangkan dengan baik,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis dikutip Bergelora.com, Jumat (15/5/2026).

Substansi Agreed Minutes mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain perdagangan dan investasi, energi terbarukan, pertanian dan perikanan, industri, transportasi dan konstruksi, pendidikan tinggi dan sains, kesehatan, pariwisata, budaya, pengembangan digital dan media massa, olahraga, geologi dan pemanfaatan sumber daya mineral, serta pengelolaan sampah padat perkotaan.

Melalui penandatanganan ini, Indonesia dan Rusia menegaskan kembali komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan kedua negara, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional di masing-masing negara.

Pertemuan Terbatas

Kepada Bergelora.com di Jakarta sebelumnya dilaporkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memimpin pertemuan dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia Denis Manturov selaku Ketua Bersama (Co-Chairs) Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik di Kazan, Rusia pada Selasa (12/5/2026).

Pertemuan ini merupakan pertemuan secara terbatas sebagai rangkaian acara penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia.

“Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis yang mencakup penguatan akses pasar dan kerja sama sektor pertanian, kerja sama energi terbarukan, peluang peningkatan investasi, termasuk pada kawasan ekonomi khusus, serta penguatan kerangka hukum dan kelembagaan kerja sama bilateral,” ujar Airlangga dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan Co-Chairs SKB Indonesia-Rusia tersebut menjadi forum strategis bagi kedua negara untuk meninjau kembali berbagai perkembangan atas implementasi dari hasil-hasil pertemuan SKB sebelumnya.

Pembahasan mencakup pula kemajuan kerja sama di berbagai sektor prioritas, serta mengevaluasi berbagai isu yang masih memerlukan tindak lanjut dalam hubungan ekonomi Indonesia–Rusia

Selain itu, kata Airlangga, Indonesia dan Rusia juga membicarakan perihal perkembangan ratifikasi dan implementasi dari Indonesia – Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), yang telah ditandatangani pada tanggal 21 Desember 2025 dan saat ini sedang menjalani proses ratifikasi domestik.

Perjanjian perdagangan dengan EAEU akan memberikan akses pasar, di mana EAEU membuka akses produk prioritas seperti minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, dan furnitur.

Airlangga menegaskan bahwa pertemuan Co-Chairs ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang konkret, pragmatis, dan saling menguntungkan.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerjasama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara,” tandas Airlangga.

Sementara itu, DPM Denis Manturov menegaskan komitmen kuat dari pihak Rusia untuk terus meningkatkan hubungan ekonomi bilateral dengan Indonesia melalui penguatan kerja sama di sektor-sektor strategis.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan sektor pertanian terkait akses produk agro Indonesia untuk ekspor ke Rusia, penjajakan dan potensi impor daging serta produk pupuk dan fertilizer.

Terkait dengan sektor energi juga dibahas mengenai tindak lanjut rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, perkembangan proyek GRR Tuban dan kerjasama energi nuklir, yang dijelaskan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.

Di sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan terkait upaya mendorong ekspor Indonesia ke Rusia dan proses ratifikasi serta implementasi Indonesia-EAEU FTA. Pada kesempatan tersebut, ikut dibahas juga mengenai rencana kerja sama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) antara Indonesia dan Rusia.

DPM Denis Manturov menanyakan perkembangan persiapan INNOPROM 2026 (pameran industri internasional terbesar di Rusia) di mana Indonesia hadir sebagai Partner Country. 

Menko Airlangga juga menyampaikan undangan kepada DPM Denis Manturov untuk dapat menghadiri acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 (pameran perdagangan B2B terbesar di Indonesia) yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga antara lain, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Duta Besar RI Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, serta perwakilan Kementerian dan lembaga terkait lainnya. (Web Warouw)

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles