JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan menambah personel polisi kehutanan atau polhut menjadi 70.000 personel.
“Pak Prabowo sudah putuskan untuk menjaga hutan-hutan yang begitu berharga. Polisi khusus kehutanan yang di luar negeri namanya forest ranger itu akan bertambah dari 5.000 petugas menjadi 70.000 petugas untuk menjaga,” kata Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, dikutip dari keterangannya, Senin (6/7/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menyebut Kementerian Kehutanan saat ini sedang melakukan rekrutmen polisi kehutanan secara bertahap guna memperkuat perlindungan kawasan hutan.
“Kalau tidak salah, Pak Menteri Kehutanan sudah putuskan tahun ini 23.000 ya, akan direkrut dalam tiga tahun,” ujarnya.
Menurut Hashim, kebijakan penambahan jumlah polhut adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto menjaga hutan Indonesia sebagai aset strategis nasional.
Adik Prabowo ini juga menyampaikan bahwa polhut Indonesia dipuji oleh Pangeran William dari Wales yang memimpin The Royal Foundation, Inggris.
The Royal Foundation memberikan perhatian besat terhadap keberadaan dan peran polisi hutan dalam menjaga kelestarian alam.
Menhut dapat arahan Prabowo tambah polhut Menhut Raja Juli Antoni mengungkap mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperbanyak jumlah polisi kehutanan.
Arahan jumlah polisi kehutanan ini disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, pada Minggu (14/12/2025) lalu.
“Pak Presiden memerintahkan agar melipatgandakan jumlah polisi kehutanan kita,” ujar Raja Juli dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Ia mencontohkan, Aceh yang memiliki luas hutan sekitar 3,5 juta hektar hanya diawasi oleh 32 polisi hutan.
“Ini sama sekali tidak masuk akal dan Pak Presiden langsung meminta kepada saya untuk melipatgandakan jumlah polisi hutan kita. Sehingga illegal logging yang kemudian mengakibatkan rusaknya hutan kita dapat diatasi sesegera mungkin,” ujar Raja Juli. (Web Warouw)

