JAKARTA – Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta bank pelat merah menyediakan kredit untuk rakyat dengan bunga maksimal 5%. Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Buruh Internasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KE PBKN) OJK Dian Ediana Rae mengatakan program tersebut bertujuan untuk menggerakkan perekonomian nasional. Program ini menurutnya juga dapat dapat dimanfaatkan bank sebagai peluang bisnis berkelanjutan sehingga masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dan unbankable dapat merasakan manfaatnya.
“Program Kredit Rakyat yang diinisiasi Pemerintah dinilai sangat baik, dapat dimanfaatkan oleh bank sebagai kesempatan bisnis yang berkelanjutan sehingga masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dan unbankable dapat merasakan manfaatnya secara berkesinambungan,” ujarnya dalam jawaban tertulis konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) April, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Minggu (17/5/206).
Namun, ia mengingatkan bank perlu meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen risiko yang baik dalam menjalankan program dimaksud. Hal ini guna menjadi program yang berkesinambungan sesuai dengan risk appetite dan expertise bank.
Dalam mengantisipasi potensi risiko kredit dari program tersebut, OJK mendorong penguatan pengawasan serta pelaksanaan stress test secara berkala untuk memastikan ketahanan permodalan dan kualitas aset tetap terjaga di berbagai skenario ekonomi.
Selain itu, bank juga diminta melakukan pencadangan yang memadai sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mengantisipasi potensi kerugian kredit, serta tetap menerapkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy) dalam proses penyaluran kredit agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.
“OJK juga akan senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah dan stakeholders lainnya agar pelaksanaan Program Kredit Rakyat tepat sasaran dan termitigasi dengan baik, serta berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya bunga kredit yang selama ini dibebankan bank ke masyarakat. Menurut Prabowo, dalam satu tahun bunga pinjaman bank bisa mencapai 70%.
“Saudara-saudara sekalian selama ini rakyat kecil kalau pinjem uang bunganya luar biasa gilanya, betul? Orang kecil pinjem uang bunganya bisa 70% setahun,” kata Prabowo saat berpidato di acara Hari Buruh Internasional atau May Day di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5).
Oleh karena itu, Prabowo meminta agar bunga pinjaman maksimal hanya 5%. Hal itu sudah disampaikan oleh Prabowo ke bank-bank milik negara.
“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5%,” tuturnya. (Web Warouw)

