Minggu, 24 Mei 2026

INDONESIA TIMUR TERTINGGAL..! Kesenjangan Akses Internet Indonesia Itu Nyata, Ini Buktinya

JAKARTA – Kesenjangan akses internet Indonesia masih terjadi di Indonesia. Hal itu jadi sorotan di tengah perkembangan layanan digital saat ini.

Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2026 mencapai 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.886.782 jiwa.

Namun besarnya jumlah pengguna internet Indonesia tersebut tidak diimbangi dengan kontribusi per wilayah atau pulau besar. Jawa masih tetap tertinggi dan area Maluku & Papua menjadi yang paling rendah.

Penyebaran pengguna internet nasional masih didominasi wilayah Jawa. Tingkat penetrasi internet di pulau paling padat ini mencapai 85,95% dengan kontribusi sebesar 58,24% terhadap total pengguna internet nasional.

Di posisi berikutnya terdapat Kalimantan dengan tingkat penetrasi internet sebesar 80,40% dan kontribusi 6,20%. Sementara itu, Sumatera mencatat tingkat penetrasi 78,24% dengan kontribusi 20,74%.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat penetrasi internet sebesar 78,14% dengan kontribusi 5,26%. Adapun Sulawesi mencatat penetrasi sebesar 72,58% dengan kontribusi 6,62%, sedangkan Maluku dan Papua menjadi wilayah dengan tingkat penetrasi terendah, yakni 69,74% dengan kontribusi 2,94%.

Kondisi penyebaran pengguna internet ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Jawa tetap ada urutan teratas dan Maluku & Papua berada di urutan terbawah.

Kebutuhan Internet

Survei APJII juga mengungkap berbagai alasan masyarakat Indonesia menggunakan internet. Sebanyak 19,9% responden mengaku menggunakan internet untuk kebutuhan komunikasi dan jejaring sosial.

Kemudian, 19,7% responden menggunakan internet untuk hiburan digital, sementara 19,6% lainnya memanfaatkan internet untuk mencari informasi dan berita.

Selain itu, 18,7% responden menggunakan internet untuk transaksi e-commerce dan jasa, 10,9% untuk kebutuhan pendidikan dan pekerjaan, 5,8% untuk layanan keuangan, serta 4,5% untuk mengakses layanan publik dan pemerintahan. Adapun 0,9% responden memilih alasan lainnya.

Di sisi lain, APJII mencatat masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum terkoneksi internet. Sebanyak 34% responden menyebut tidak memiliki komputer atau gadget yang dapat terhubung ke internet.

Kemudian, 31,5% responden mengaku belum mengetahui cara menggunakan perangkat digital yang terkoneksi internet. Sementara itu, 17,2% responden menyatakan harga kuota internet masih terlalu mahal.

Sebanyak 12,9% responden lainnya menilai internet belum memberikan manfaat bagi mereka. Selain itu, 1,3% responden menyebut keterbatasan fisik atau disabilitas sebagai kendala, dan 3,1% memilih alasan lainnya.

Dalam survei pengguna internet 2026 ini, APJII menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 8.700 responden yang tersebar proporsional di 38 provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan pada periode 1 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan target responden warga negara Indonesia berusia 13 tahun ke atas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih. APJII menyebut survei ini memiliki margin of error sebesar 1,1%.

Presiden Prabowo Di Miangas

Presiden Prabowo Subianto belum lama ini saat melakukan kunjungan kerja ke Miangas mengungkapkan pekerjaan rumah pemerintah terkait pemerataan akses internet dengan menargetkan sebanyak 2.500 desa hingga akhir 2026, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Saat mendampingi Presiden, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pemerintah terus memperluas akses digital hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia yang akan menjadi fondasi membuka akses pendidikan, layanan publik hingga pelaung ekonomi digital masyarakat di daerah terpencil.

“Anak-anak di Miangas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak di Pulau Jawa. Pelaku usaha kecil di sini juga harus bisa mengembangkan usahanya ke pasar yang lebih luas,” ucap Meutya. (Enrico N. Abdielli)

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles