Jumat, 19 Juni 2026

ISRAEL TERUS MENYERANG..! Perundingan Damai AS-Iran di Swiss Batal, Konflik Lebanon Memanas

JAKARTA- Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6) mendadak ditunda menjelang pelaksanaannya, memunculkan ketidakpastian baru terhadap prospek perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

Dikutip dari The Independent, Jumat (19/05/26), penundaan tersebut terjadi ketika ketegangan kembali meningkat di Lebanon, yang dinilai dapat mengancam implementasi kesepakatan terbaru antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di berbagai front kawasan.

Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan pembicaraan yang sebelumnya direncanakan melibatkan AS, Iran, Qatar, dan Pakistan telah ditunda.

Pemerintah Swiss menegaskan tetap siap memfasilitasi proses dialog tersebut dan pekerjaan persiapan di Bürgenstock masih terus berlangsung.

Pengumuman itu muncul beberapa jam setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, tidak lagi berencana melakukan perjalanan ke Swiss untuk bertemu delegasi Iran dan membahas implementasi memorandum 14 poin yang telah disepakati kedua negara tersebut.

Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri konflik di seluruh front, membuka kembali Selat Hormuz, serta membuka ruang perundingan selama 60 hari terkait program nuklir Iran dan sanksi yang masih berlaku.

Konflik Lebanon Membalas

Prospek implementasi kesepakatan tersebut dibayangi eskalasi terbaru di Lebanon

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 18 orang tewas akibat serangan Israel di wilayah selatan Lebanon pada Jumat.

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi empat tentaranya tewas dalam salah satu insiden paling mematikan sejak eskalasi terbaru dimulai.

Meski Israel tidak menjadi pihak dalam kesepakatan AS-Iran, bentrokan yang terus berlangsung dengan kelompok Hezbollah dinilai dapat menghambat upaya mengakhiri konflik secara permanen.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, menegaskan negaranya tetap berkomitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel, Lebanon, dan AS.

Menurutnya, Israel akan tetap mematuhi kesepakatan selama Hezbollah tidak melanggarnya.

Ia juga menegaskan Israel akan tetap mempertahankan hak untuk merespons serangan maupun ancaman terhadap wilayah, warga negara, dan personel militernya.

Di tengah tekanan politik terkait isi kesepakatan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyebut perjanjian dengan Iran sebagai bentuk “penyerahan tanpa syarat”.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump juga menegaskan tidak ada batasan terhadap kewenangannya dalam menangani isu tersebut.

Di sisi lain, negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Teheran tidak akan ragu memberikan respons keras apabila pihak lawan dianggap melanggar kesepakatan.

Melalui media sosial, Ghalibaf menyatakan Iran siap mengambil tindakan tegas apabila menghadapi pelanggaran komitmen atau tuntutan yang dinilai berlebihan dari pihak lain.

Menurutnya, jika pihak lawan kembali menempuh jalur konfrontasi, respons Iran akan lebih keras dibandingkan sebelumnya. (

Israel Lanjutkan Serangan Ke Lebanon

Asap membubung dari lokasi serangan udara Israel di Desa Khiam, di selatan Lebanon dekat perbatasan di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan gerakan Hamas Palestima di Jalur Gaza, Sabtu, 8 Juni 2024. (Ist)

Kepada Betgelora.com di Jakarta dilaporkan, Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara serta membuka kembali Selat Hormuz.

Dikutip dari Al Jazeera, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani kesepakatan tersebut secara elektronik dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.

Pemerintah Pakistan menyatakan MoU Islamabad telah mulai berlaku. Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengatakan kesepakatan itu mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan maupun membeli senjata nuklir, penghentian konflik di berbagai front, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, turut menandatangani kesepakatan tersebut sebagai mediator setelah Trump dan Pezeshkian mencapai persetujuan akhir.

Islamabad menyatakan kesepakatan tersebut mulai berlaku setelah seluruh pihak menyelesaikan proses penandatanganan.

Mantan Presiden Iran,Hassan Rouhani, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut.

Dalam pernyataannya di platform X, Rouhani mengatakan kesepakatan itu menjadi sumber kebanggaan bagi rakyat Iran dan menyerukan agar capaian awal tersebut dapat terus.

Ia juga menilai negara-negara tetangga Iran dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya stabilitas kawasan dan peluang pembangunan bersama yang muncul dari kesepakatan tersebut.

Rouhani yang menjabat sebagai presiden Iran pada 2013-2021 dan dikenal sebagai sosok yang mengawasi tercapainya kesepakatan nuklir Iran dengan Amerika Serikat pada 2015.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengunggah dokumen yang telah ditandatangani melalui akun resminya di X dan menyebutnya sebagai “dokumen bersejarah”.

“Perdamaian akan dicapai melalui saling menghormati,” tulis Pezeshkian.

Pezeshkian menegaskan Iran tetap mengedepankan perdamaian, namun tidak akan mengorbankan kedaulatan dan independensi negara.

Meski kesepakatan telah diteken, Israel dilaporkan masih melanjutkan operasi militernya di Lebanon selatan.

Otoritas Lebanon menyebut satu orang tewas dalam serangan terbaru yang dilakukan Israel.

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyambut kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai “kemenangan besar”.

Ia juga mengatakan negosiasi antara Lebanon dan Israel seharusnya hanya berfokus pada isu keamanan bersama dan tidak mencakup pelucutan senjata Hizbullah.

Data dari platform pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan sebuah kapal tanker LNG berbendera Prancis telah melintasi Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk.

Kapal bernama Mraikh itu sebelumnya memuat LNG di Ras Laffan, Qatar, dan berlayar menuju Port Qasim di Pakistan.

Trump sebelumnya mengatakan Selat Hormuz akan kembali beroperasi penuh pada Jumat (19/6).  (Web Warouw)

 

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles