Jumat, 19 Juni 2026

KAPAN DIPERIKSA NIH..? Nanik S. Deyang Disebut Pesan Titik Dapur MBG di Tiga Lokasi

JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) 2025-2026, Sony Sonjaya memberi isyarat Kepala BGN Nanik S Deyang juga pernah memesan dan mengatur penetapan titik SPPG saat masih menjadi wakil kepala. Hal ini diungkap seolah ingin menunjukkan semua pimpinan BGN periode 2024-2026 terlibat pada praktik lancung tata kelola program MBG.

Bahkan, kuasa hukum Sony, Krisna Murti mengatakan, nama pertama yang dilaporkan kliennya kepada penyidik sebagai tokoh yang meminta titik SPPG adalah pejabat berinisial NSD. Namun, dia berkukuh tak mau mengkonfirmasi inisial tersebut merujuk pada Nanik S Deyang.

Dalam pemeriksaan, kata dia, kliennya mengungkap NSD bisa mengubah yayasan pengelola Dapur MBG pada satu titik hingga tiga kali. Semua dilakukan tanpa melalui mekanisme yang resmi di BGN.

“Yayasan ini namanya ini diubah lagi dengan namanya ini, diubah lagi dengan namanya ini. Jadi tiga kali mengubah. Nah, titik-titik itu, menurut penjelasan Pak Sony tadi dalam BAP, itu adalah titik-titik yang dipunyai oleh NSD,” ujar Krisna kepada awak media, dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (19/06/2026).

“NSD harusnya kalau mau melakukan perubahan yayasan, berkirim surat kepada Pak Sony. Namun dia tidak mengirim surat. Lalu kemudian dia bilang ke Pak Sony ‘Pokoknya diganti’. Dalam BAP-nya Pak Soni seperti itu tadi.”

Beberapa titik SPPG milik NSD yang berulang kali diubah yayasan pengelolanya berada di tiga wilayah yaitu Madiun, Tapos, dan Karangasem. Meski demikian, kata dia, Sony tak mengetahui alasan NSD melakukan perubahan nama yayasan.

Perlu diketahui, Sony memang kerap menyinggung Nanik usai ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional 2025–2026.

Misalnya, terdapat unggahan di akun media sosial Instagram yang sempat menyinggung nama Kepala BGN Nanik S Deyang. Dalam unggahannya, nampak surat dengan tulisan tangan yang menyatakan “Kepada yang terhormat: Ibu Nanik S Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah yang telah diberikan kepada saya”. Sony kemudian membubuhkan tanda tangan dalam surat tersebut.

Nanik memang menjadi satu-satunya pimpinan BGN yang tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional 2025-2026. Dia juga menjadi satu-satunya pimpinan BGN yang tidak dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dan justru naik jabatan dari Wakil Kepala BGN menjadi Kepala BGN.

41 Politikus  Minta Titik SPPG  

Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya keluar dari mobil tahanan. (Ist)

Sebelumnya dilaporkan, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang berstatus tersangka Sony Sonjaya, mengungkapkan sebanyak 41 nama yang selama ini meminta langsung titik-titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jumlah nama-nama tersebut bertambah dari 26 nama yang pernah diungkapkan Sony kepada penyidik ​​Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam pengusutan korupsi MBG. Sony mengungkapkan nama-nama yang meminta SPPG itu dari kalangan politikus.

Pengacara Sony, Krisna Murti menjelaskan, nama-nama kliennya tersebut sampaikan kepada tim penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), pada Kamis (18/6/2026). Sony menyampaikan nama-nama itu saat diperiksa sebagai tersangka dalam penyelidikan lanjutan.

“Jadi totalnya keseluruhan nama-nama yang dari kemarin 26 itu, ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Sony Jadi totalnya ada 41 nama,” kata Krisna, di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Krisna mengatakan, pada saat pemeriksaan, tim penyidik ​​memang mencari tahu tentang 26 nama yang sempat disebutkan Sony ada melakukan komunikasi langsung untuk meminta atensi pendirian dapur SPPG. Dan penyidik, kata Krisna, menanyakan kepada Sony tentang nama-nama tersebut. Termasuk menunjukkan bukti-bukti komunikasi melalui pesan singkat atau chat. Namun dalam pemeriksaan yang lebih mendalam, dari chat-chat kepada Sony itu ada satu nama yang mengirimkan daftar tabel nama-nama yang meminta persetujuan pendirian SPPG.

“Nah dari 26 nama yang pernah kami sebut, ada satu orang yang membuka hasil chat-nya. Satu orang itu mempunyai tabel itu (permintaan SPPG). Satu orang itu mempunyai tabel dan mengirimkan chat (penjelasan) tentang, ‘Pak ini punya ini ya, yang ini punya si ini ya’,” ujar Krisna menceritakan keterangan Sony kapada penyidik. Dari nama-nama yang menanyakan itu, kata Krisna beberapa di antaranya dari kalangan bupati, dan juga politikus.

“Dari kalangan politik (politikus),” ujar Krisna. Namun Krisna menolak menyebutkan satu pun nama yang disampaikan Sony kepada penyidik. “Pokoknya dari kalangan politik,” kata Krisna.

Sony satu dari lima tersangka terkait korupsi MBG. Dan Sony, salah satu tersangka dari kalangan petinggi pada BGN yang merupakan badan tunggal pelaksana program bikinan Presiden Prabowo Subianto itu.

Selain Sonny, penyidik juga menetapkan mantan kepala BGN Dadan Hindayana, dan wakil kepala BGN Lodewijk Pusung sebagai tersangka. Baru-baru ini, penyidik juga menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) orang kepercayaan Sony sebagai tersangka ke-4.

Menyusul penyidik juga menetapkan tersangka terhadap Andrew Mulyono yang diketahui sebagai komisaris utama PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT).

Penyidikan korupsi dalam program MBG ini terdiri dari beberapa klaster. Pada klaster pokok, penyidik menemukan jual beli, dan pengaturan titik-titik dapur MBG. Dalam klaster tersebut penyidik menyampaikan para tersangka dari kalangan petinggi BGN menerima uang miliaran, bahkan triliunan Rupiah.

Pada klaster lain, penyidik juga mengungkapkan adanya korupsi terkait mark-up sarana dan prasarana untuk program MBG. Seperti mark-up dalam pembelian 20.801 kendaraan motor listrik senilai Rp 1,1 triliun. Juga mark up dalam pembelian 54 ribu unit televisi 75 inchi, dan 32 ribu pasang sepatu. (Web Waroiw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles