Senin, 22 Juni 2026

JADI FOKUS NIH..! 9 BUMN Logistik Akan Berada di Bawah PT Pos Indonesia, Begini Rencananya

JAKARTA – Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph buka-bukaan soal rencana konsolidasi sejumlah BUMN logistik ke dalam satu entitas terintegrasi. Daud menjelaskan per 1 Juli 2026, ada tujuh perusahaan logistik pelat merah akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai tahap awal pembentukan holding logistik di bawah Pos Indonesia.

Ketujuh perusahaan tersebut terdiri dari PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang sat berada di bawah Pelindo, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) milik Pos Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa. Kemudian ada juga PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari SIG, serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel.

Pada tahap awal tersebut, kepemilikan sahamnya yakni 73% Pelindo, 9% Pos Indonesia, dan 17% dimiliki lima perusahaan lainnya. Nantinya pada 2027, seluruh saham perusahaan akan berada di bawah Pos Indonesia.

“Nah ini adalah tujuh perusahaan yang di awal Juli nanti, 1 Juli, akan bergabung dalam satu perusahaan yang namanya adalah PT MTI atau Multi Terminal Indonesia,” ujar Daud dalam RDP dengan Komisi VI DPR dikutip Bergelora.com di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Daud menjelaskan, pada fase berikutnya berdasarkan surat dari Danantara Aset Manajemen konsolidasi, holding ini akan diperluas dengan masuknya PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

“Nantinya berarti sudah ada sembilan BUMN logistik yang bergabung di bawah perusahaan Pos Indonesia,” kata Daud.

Daud mengatakan, dengan bergabungnya perusahaan-perusahaan ini akan terjadi namanya sinergi yang lebih luas terhadap jaringan distribusinya. Perusahaan yang selama ini hanya kuat di wilayah tertentu nantinya dapat memanfaatkan jaringan perusahaan lain untuk memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Sehingga nanti anak perusahaan ini akan lengkap lini bisnisnya di seluruh Indonesia. Sehingga jumlahnya yang hari ini hanya ada 78 titik kumulatif, nantinya bisa bertambah menjadi sekitar 150 atau bahkan 160 lini bisnis,” terangnya.

Selain itu, penggabungan ini juga mampu menekan biaya logistik nasional. Pasalnya, selama ini setiap mata rantai logistik dijalankan oleh perusahaan berbeda yang masing-masing mengambil margin keuntungan sendiri.

“Nantinya setelah digabung menjadi satu perusahaan, profit margin-nya hanya menjadi satu. Sehingga nanti akan bisa memotong duplikasi profit margin dan akan menurunkan biaya logistik secara keseluruhan. Bapak Ibu kalau kita melihat tabel paling kanan bernilai Rp 2,38 triliun, itulah nanti besarnya revenue dari perusahaan gabungan ini,” papar Daud.

“Dari Rp 2,38 triliun ini akan bisa menghasilkan profit di tahun ini kira-kira sebesar Rp 100 miliar,” tutupnya melanjutkan paparan. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles