JAKARTA – Widiatmo, ayah Amanda Embun Widianti, siswi kelas X SLB Negeri Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengaku kaget setelah keluarganya tercatat dalam desil 9.
Widiatmo mengatakan, kondisi tersebut berdampak pada bantuan yang selama ini diterima keluarganya. Padahal, dia mengaku hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Saat ini kerja serabutan, untuk penghasilan juga enggak tetap. Kadang satu hari kerja, kadang enggak. Namanya kerja serabutan,” kata Widiatmo dikutip Bergelora.com di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, saat pendataan, petugas menanyakan sejumlah hal terkait kondisi keluarganya, mulai dari status kepemilikan rumah, aset, pekerjaan, hingga penggunaan listrik.
Widiatmo mengaku memberikan jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Saya jawab apa adanya, listrik pakai subsidi, pekerjaan tidak ada pekerjaan tetap. Ada orang suruh kerja ini itu, ya saya ikut,” ujar Widiatmo.
Oleh karena itu, Widiatmo mengaku terkejut ketika mengetahui keluarganya tercatat dalam desil 9.
“Kaget banget, namanya orang kerja serabutan, enggak punya penghasilan tetap, kenapa bisa desil 9,” kata Widiatmo.
Ia mengatakan, sebelumnya keluarganya menerima sejumlah bantuan. Selain bantuan yang diperoleh melalui sekolah, dia juga beberapa kali menerima bantuan dari pemerintah desa berupa sembako maupun bantuan kesejahteraan sosial. Namun, setelah keluarganya masuk dalam desil 9, dia khawatir berbagai bantuan tersebut tidak lagi diterima.
“Bantuan dari sekolah banyak, saya pribadi juga dari Pemdes (Pemerintah Desa) sering dapat bantuan dalam bentuk sembako, bantuan kesra juga dapat. Tapi setelah ada sensus ekonomi kemarin desil saya naik jadi desil 9, kemungkinan untuk bantuan dihapus semua,” ujar Widiatmo.
Ia mengatakan telah berupaya mempertanyakan sekaligus mengajukan perubahan terkait data keluarganya.
“Saya sudah pengajuan juga ke pihak terkait, terutama RT, intinya ke kelurahan, tapi belum ada tindak lanjut, belum ada kabar,” kata Widiatmo.
Bantuan Siswi Disabilitas Terancam Dihapus
Diberitakan sebelumnya, Amanda Embun Widianti, siswi kelas X SLB Negeri Mandiraja, terpaksa harus gigit jari. Penyandang tunarungu dan wicara ini tak lagi mendapat bantuan dari pemerintah karena berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), keluarganya tercatat dalam Desil 9. Padahal, ayahnya bekerja serabutan, sedangkan ibunya telah berpisah dan kini tinggal di Kalimantan.
Amanda sendiri saat ini tinggal bersama neneknya. (Web Warouw)

