Minggu, 23 Juni 2024

APAAN NIH..? Kemendikbudristek: Program Bangkit Batch ke-4 Diikuti 9.000 Mahasiswa

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemendikbudristk Nizam menyatakan sebanyak 9.000 mahasiswa bergabung dalam Program Bangkit batch ke-4 pada 2023.

“Kita bangga karena Program Bangkit memasuki tahun ke-4. Tahun 2023 ini Dikti dan Google melatih 9.000 mahasiswa yang akan dibagi kepada dua semester pelaksanaan,” katanya dalam taklimat media di Jakarta, Senin (20/2).

Ia mengatakan Program Bangkit sendiri merupakan kolaborasi Kemendikbudristek dengan Google bersama Gojek-Tokopedia (GoTo) dan Traveloka yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi talenta digital terampil.

Program Bangkit, kata dia, sudah berlangsung sejak 2020 yakni saat itu batch ke-1 baru diikuti oleh 300 mahasiswa dari lima perguruan tinggi yang kemudian meningkat menjadi 3.000 peserta pada 2021 dan 3.100 pada 2022.

Sedangkan Program Bangkit batch ke-4 yaitu tahun ini ditargetkan bisa diikuti oleh 9.000 mahasiswa S1, D-III maupun D-IV semua jurusan dari beragam universitas di Indonesia.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, dijelaskannya bahwa sebanyak 9.000 mahasiswa peserta tersebut akan dibagi menjadi dua kali pelaksanaan yaitu sebanyak 5.010 mahasiswa pada semester genap dan sisanya pada semester ganjil.

Untuk yang sedang berlangsung saat ini yaitu Program Bangkit batch ke-4 semester genap dengan diikuti oleh sebanyak 5.010 mahasiswa dari 376 universitas di Indonesia.

Secara rinci, sejumlah 5.010 mahasiswa itu meliputi 26 persen perempuan, 62 persen berasal dari kota kecil dan medium, 28 persen mahasiswa dengan latar belakang pendidikan non-IT serta 7 persen peserta dari diploma.

Nizam menjelaskan nantinya para peserta melalui Program Bangkit akan mengembangkan pembelajaran mandiri serta sinkronus dengan tiga alur belajar utama yaitu machine learning, mobile development dan cloud computing.

Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai hard skill namun juga dilatih kemampuan bahasa Inggris dan soft skill melalui program problem solving yakni peserta berkesempatan memecahkan permasalahan yang nyata dari industri melalui capstone design project.

“Project itu adalah kesempatan yang langka yang akan meningkatkan portofolio agar peserta lebih siap menjadi talenta muda untuk Indonesia masa depan,” ujarnya.

Ia berharap Program Bangkit akan menghadirkan pipeline talenta-talenta baru yang mempercepat transformasi digital dan membawa Indonesia melesat ke masa depan.

Hal itu seiring Program Bangkit yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapat paparan langsung dari praktisi industri sehingga siap dengan keterampilan yang relevan bagi kebutuhan perusahaan.

“Beberapa perusahaan multinasional mulai melihat Bangkit ini sebagai satu kebutuhan kompetensi bahkan dalam rekrutmen staf barunya,” demikian Nizam. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru