Jumat, 1 Mei 2026

ATLIT MINTA JUMPA PRESIDEN PRABOWO..! Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT

 

 

JAKARTA –  Kegiatan bertaraf nasional dan internasional dari Special Olympics Indonesia sepantasnya didukung semua pihak mulai pusat hingga daerah. Pemerintah, swasta, individu tokoh dan pemangku lain termasuk kalangan DPRD dapat ambil peran menyokong atlet bertalenta khusus. Komite Nasional Disabilitas sesuai amanah UU No.8 tahun 2016 siap sinergi bersama Pengurus SOIna menjalin kolaborasi lintas sektor Kementerian,” kata Jonna Aman Damanik, komisioner Komnas Disabilitas (KND) saat menerima audiens Warsito Ellwein, Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna), dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (1/5)

Ia mengatakan, KND mendukung inisiatif SOIna menggandeng Kemenko PMK mengambil langkah koordinasi bersama Kemensos, Kemenkes, KemenHAM dan khususnya Menteri Pemuda dan Olah Raga selaku leading sektor. Ribuan atlet disabilitas intelektual penyandang downsindrom, autis dan lainnya perlu perlindungan berorientasi HAM sekaligus mewujudkan rehabilitasi sosial lebih produktif terhadap SDM sehat Indonesia.

Belum lama KND memantau pendampingan hak keolahragaan atlet disabilitas fisik National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dalam kejuaraan ASEAN. Maka kali ini, ia berkomitmen mendukung atlet bertalenta khusus Special Olympics Indonesia (SOIna) dalam hajatan Pekan Special Olympics Nasional atau Pesonas Oktober 2026 di Kupang diikuti perwakilan 30 propinsi guna menuju tahap kompetisi global World Summer Games (SOWSG) yang diikuti delegasi 170 negara di Santiago Chile 2027.

Dalam kesempatan itu, Warsito Ellwein, menandaskan banyak atlet asal daerah pelosok sekalipun terlilit keterbatasan akses sumberdaya dukungan tetapi terbukti sukses meraih prestasi medali emas, perak, perunggu di berbagai cabor arena pertandingan tingkat nasional maupun regional Asia Pasifik.

Di Kupang, NTT, event olah raga 4 tahunan Pesonas Oktober 2026 mempertandingkan 7 cabor. Banyak pengurus daerah Kabupaten dan Kota menghadapi kendala mengirim kontingen.

“Terkini baru 21 dari target kontingen 30 propinsi. Perwakilan atlet hanya 420 orang bersedia partisipasi dari target 800 hingga 1000 peserta se Indonesia,” ujarnya.

Rombongan cabang olahraga terdiri dari atlet, pelatih, ofisial dan pendamping umumnya berangkat secara mandiri dan swadaya. Alokasi anggaran APBD NTT yang terbatas kiranya secukupnya memfasilitasi kebutuhan penginapan, dukungan medis dan mobilitas menuju arena pertandingan selama sepekan penyelenggaraan Pesonas.

“Kami apresiasi luar biasa kerja keras pemprov dan DPRD NTT bersama unsur setempat. Daerah-daerah potensial mengirim atlet dalam jumlah proporsional sesuai kemampuan daerah mandiri dengan daerah berkekurangan kita upayakan skema subsidi dari hasil lelang penjualan lukisan dan kain jika kita bisa mengadakan donasi amal semacam gala dinner”, imbuh Warsito.

Terlebih mengingat tantangan dan kesempatan ke depan. Apabila sebelumnya World Games di Berlin Jerman 2023 delegasi Indonesia hanya 25 orang, gelaran serupa berikutnya SOWSG Oktober 2027 di Santiago Chile diharapkan SOIna mampu mengutus 63 atlet multi cabang olahraga.

Kompetisi berbasis sportifitas atlet penyandang tuna grahita, autis, downsindrom mencerminkan wajah Indonesia di panggung global menempatkan 5,2 juta penyintas warga negara rentan beroleh perlindungan HAM yang berkeadilan dan bermartabat.

Surati Presiden

Sementara itu, Hari Subagyo yang mendampingi Warsito mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah mengirim surat ke Istana Presiden untuk beraudiensi dengan Presiden Prabowo, tapi mungkin sedang dicarikan waktu yang tepat.

Selain itu, jelas Hari, ada keinginan dari atlet disabilitas intelektual berprestasi untuk bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo. Hanya saja, kata Hari, sejauh ini belum ada respon dari istana, tapi tentu itu berkaitan dengan kesibukan Presiden Prabowo.

“SOIna telah berkirim surat mohon audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kantor Setneg RI. Kami percaya seandainya surat kami sampai ke meja beliau, pasti Pak Prabowo berkenan menerima sesaat waktu kedatangan adik-adik atlet bertalenta di tengah kesibukan Presiden”, jelas Hari Subagyo, Komite Kepanitiaan Gala Dinner (Web Warouw).

 

Ket Foto: Komisioner Komnas Disabilitas Jonna Aman Damanik berdiskusi dengan Ketua Umum Special Olympics Warsito Ellwein di Kantor Komnas Disabilitas, Kamis (30/4/2026).

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles