Senin, 15 Juli 2024

Awaaas…! Faisol Riza: Pawai Jihadis TK Kartika, Warning Keluarga TNI Mulai Disusupi Teroris

Pawai anak- anak PAUD/TK Kartika Probolinbggo dengan menggunakan cadar dengan replika senjata laras panjang. (Ist)

JAKARTA- Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza mengecam pawai ala jihadis yang dilakukan oleh sejumlah oknum terhadap siswa TK/PAUD di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Dalam keterangannya, Faisol meminta dinas pendidikan setempat menyelidiki aksi yang mempertontonkan kekerasan tersebut.

“Saya menyesalkan kejadian seperti itu. Saya akan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, dan aparat berwenang untuk menyelidiki secara tuntas kejadian tersebut, dan penyelidikan menyeluruh mulai dari kelompok bermain, TK/PAUD, hingga SMA yang terpapar radikalisme,” tegas Reza kepada Bergelora.com, Sabtu (18/8).

Menurut Riza, hal itu tak bisa dianggap sepele. Pasalnya beberapa waktu lalu di Pasuruan dan Probolinggo juga telah ditangkap kelompok teroris, sehingga sangat mungkin kelompok radikal menyusup di institusi pendidikan.

“Berulang kali saya sampaikan di beberapa kali kesepakatan sosialisasi empat pilar untuk mengedepankan Islam toleran, sesuai dengan kebudayaan Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tuturnya.

Yang menyedihkan menurutnya pawai itu dilakukan oleh PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) binaan Kodim TNI- Probolinggo.

“Inikan artinya ditingkatan terbawah dari insititusi pertahanan negara telah disusupi. Mereka masuk dari kelompok orang tua murid, mengambil alih sekolahan dan mengisi kepala anak anak PAUD dan taman kanak-kanak, agar diterima secara wajar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa penyusupan dilakukan lewat pendekatan keluarga dan pendidikan di PAUD yang memang sudah lama dikuasai oleh kelompok-kelompok anti Pancasila dan Kebhinnekaan.

“Mereka sedang berusaha menguasai masyarakat dan oknum prajurit lewat pendekatan keluarga dan pendidikan. Ini warning bagi TNI,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, pawai memperingati HUT RI ke-73 dicederai oleh oknum sekolah Paud Kartika V di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Sebagian dari barisan anak-anak PAUD/TK yang melintasi rute Jalan Panglima Sudirman–Jalan Suroyo–Alun-alun pada Sabtu, 18 Agustus 2018, membawa simbol kekerasan.

Di barisan kelompok perempuan tampak para siswi mengenakan cadar sembari menenteng replika senjata.

Penjelasan Dandim

Sementara itu, Dandim 0820 Probolinggo Letnan Kolonel Depri Rio Saransi minta maaf atas keteledoran TK Kartika V yang mengenakan cadar hitam dan replika senjata saat pawai budaya. Sebab, TK merupakan sekolah binaan Kodim 0820.

Dandim menegaskan, pihak sekolah mengaku tidak niatan mengajarkan paham radikaliseme saat pawai kemerdekaan.

“Saya sudah koordinasi ke pihak sekolah, dan diakui bahwa aksesoris yang dipakai, murni memanfaatkan barang-barang yang ada. Tidak ada unsur lainnya, baik niatan menyebarkan faham radikalisme ataupun terorisme,” kata Dandim 0820 Probolinggo Letnan Kolonel Depri Rio Saransi dalam jumpa pers, Sabtu (18/8).

Hal senada disampaikan Hartatik, Kepala sekolah TK Kartika V-69 Probolinggo. Menurutnya, tak ada unsur apapun atas kostum maupun aksesoris yang digunakan para siswanya.

Ia pun meminta maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kota Probolinggo atas kejadian tersebut.

Hartatik menjelaskan, jika tema yang diusung saat pawai oleh sekolahnya yakni, “Bersama Perjuangan Rosululloh Kita Tingkatkan Keimanan, dan Keimanan Kepada Allah SWT” .

“Kostum itu kita pilih, karena memanfaatkan properti yang ada di sekolah, sehingga tidak perlu menyewa kostum, serta pemilihan tema tersebut secara spontanitas, tidak ada tujuan yang mengarah kepada tindakan yang melanggar hukum,” jelasnya. (Aan Rus)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru