Jumat, 17 Juli 2026

AWAS JANGAN MENCEDERAI PRESIDEN LAGI..! Menkop soal Kabar Pengadaan Kipas Kopdes Rp 1,8 Triliun: Bukan Kipas Kos-kosan

JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono merespons kabar pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang nilainya disebut mencapai Rp 1,8 triliun.

Saat ditanya mengenai anggaran kipas angin tersebut, Ferry mengatakan, kipas yang dimaksud bukan kipas angin plastik seperti yang umum digunakan di kamar kos.

“Ah, itu kipas anginnya bukan kipas angin kos-kosan, itu kipas angin, kalau kipas angin kos-kosan yang plastik,” ucap Ferry dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Namun, Ferry mengaku tidak mengetahui detail pengadaan tersebut.

Ia menegaskan pengadaan itu bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi. “Saya kurang tahu, itu bukan di Kementerian Koperasi,” kata dia.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota juga merespons soal kabar pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih senilai Rp 1,8 triliun. Penjelasan ini disampaikan Joao saat menjawab soal anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P Mufti Anam yang mempertanyakan pengadaan tersebut dalam rapat bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).sebelumnya.

Joao mengaku prihatin karena melihat anggota dewan berani berbicara di depan publik tanpa mendapatkan data-data yang dia sebut sebagai prudent.

“Sehingga sebetulnya, itu sebetulnya sikap-sikap beliau seperti itu sangat merendahkan dan tidak menjunjung tinggi kehormatan badan Dewan Perwakilan Rakyat,” ucap Joao, saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

“Di mana itu orang-orang yang kita pilih, dipilih oleh rakyat, orang-orang yang terbaik harusnya sebelum mereka bicara, mereka harus mengumpulkan data yang benar-benar sehingga tidak menjadi hanya narasi-narasi kosong yang hanya memprovokasi masyarakat,” tambah dia.

Joao mengajak semua pihak bersatu untuk mendukung pembangunan desa, alih-alih saling melontarkan tudingan yang dinilai tidak berdasar. Saat ditanya apakah kabar pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun itu tidak benar, Joao enggan memberikan jawaban tegas.

Ia justru meminta pihak yang menyampaikan tudingan tersebut menjelaskan sumber datanya.

“Kan harus ada ketepatan, harus ada kebenaran, dan harus ada kejujuran daripada data itu. Karena kalau tidak, menjadi satu fitnah yang seolah-olah hanya memprovokasi masyarakat,” ucap dia.

“Hanya sebetulnya mencari panggung yang artinya tidak ini ya, kurang pantas dan kurang ini sebagai seorang anggota dewan yang dipilih oleh rakyat seharusnya bisa menjaga dan memberikan ketentraman dalam setiap statement-nya,” lanjut dia.

Ketika ditanya apakah data yang dipakai berarti tidak valid, Joao menjawab singkat.

“Kalau saya bilang bodong, Anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga, sih. Enggak apa-apa juga ditulis,” jawab dia.

Dalam kesempatan itu, Joao juga menjelaskan bahwa Agrinas tidak hanya melakukan pengadaan mobil pikap untuk Kopdes Merah Putih.

Menurut dia, perusahaan turut mengadakan 26 jenis sarana dan prasarana. Namun, saat diminta merinci daftar pengadaan tersebut,

Joao meminta wartawan melihat daftar yang sebelumnya telah ia unggah melalui media sosial.

“Rincian detailnya nanti mungkin bisa baca di kemarin waktu saya kasih di salah satu media sosial, itu kan saya sempat di-broadcast, itu di situ ada detail harganya satu per satu dan barangnya. Mungkin itu lebih detail daripada saya ngomong di sini, pasti juga tidak lengkap,” pungkas dia.

Heboh Kipas KSMP Rp1,8 Triliun

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan klarifikasi mengenai viral kabar pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Kabar tersebut mulanya beredar di media sosial, dan ditanyakan langsung oleh anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P Mufti Anam dalam rapat bersama Menkop Ferry di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

“Izin ke Bapak Menteri. Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya Rp 1,8 triliun. Lalu kemudian dari isu ini kami coba mencari informasi, tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini,” ujar Mufti.

“Kami juga mencari informasi ke pihak-pihak terkait juga tidak berani jawab. Nah, maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp 1,8 triliun itu betul tidak, Pak?” sambung dia.

Mufti mengatakan, dirinya sudah mencoba membuka e-commerce untuk mengecek harga kipas angin. Menurut dia, kipas angin merek Cosmos saja dihargai sekitar Rp 338.000. Maka dari itu, Mufti bertanya-tanya mengenai spesifikasi daripada kipas angin yang hendak dibeli untuk Kopdes Merah Putih itu.

“Lalu kemudian kalau Bapak bisa cek di Shopee, di Tokopedia, harganya lebih murah lagi, Pak, hanya Rp 300.000-an kan. Itu kalau beli satuan. Artinya kalau pemerintah beli dalam jumlah ribuan, ratusan, bahkan 1,8 juta begitu, artinya pastinya akan jauh lebih murah dari Rp 300.000 yang kita temukan di Shopee dan Tokopedia. Itu kipas angin yang standing loh, Pak. Yang hembusan anginnya bisa mungkin bisa apa? Menghempaskan tikus-tikus di KDMP begitu,” ujar Mufti.

Setelahnya, Menkop Ferry menjawab pertanyaan Mufti. Ferry mengaku tidak tahu perihal pengadaan kipas angin tersebut.

Hanya saja, Ferry berdalih bahwa kipas angin model Imatsu MDF harganya bisa mencapai Rp 11.465.000.

“Soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kalau pengadaannya bukan kami, Pak. Tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini 11.465.000. Tapi itu, saya enggak tahu persis,” kata Ferry.

“Tapi itu saya enggak tahu persis. Itu mengenai dashboard-nya, Pak, memang di situ lah pentingnya sistem informasi manajemen Koperasi Desa. Karena nanti itu akan diperlihatkan semuanya dan dashboard-nya bisa diakses siapa pun untuk melihat termasuk juga proses perencanaan pengadaan sampai juga dengan implementasi programnya,” imbuhnya. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles