Sabtu, 25 Mei 2024

AYO BANGKIT MELAWAN..! Bagi-bagi Sertifikat, AHY Ajak Masyarakat Lawan Mafia Tanah

JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tengah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu ia sempat membagi-bagikan sertifikat dan mengajak masyarakat untuk melawan mafia tanah melalui kepemilikan sertifikat resmi.

“Harus lawan mafia tanah! Ewako!” seru AHY ketika membagikan sertifikat tanah ke masyarakat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/4/2024).

AHY menjelaskan pemberian sertifikat tanah ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam melindungi masyarakatnya dari mafia tanah. Sebab dengan adanya sertifikat masyarakat bisa mendapatkan kepastian hukum terkait dengan kepemilikan tanah mereka.

“Kami datang untuk menghadirkan kepastian hukum hak atas tanah milik bapak dan ibu sekalian,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengingatkan tentang bahaya dan risiko yang mengancam apabila tidak memiliki sertifikat tanah. Untuk itu dirinya terus mengingatkan kepada warga yang memiliki tanah tapi tidak memiliki sertifikat untuk segera mengurus surat-surat yang diperlukan.

“Bahaya kalau kita tinggal berpuluh-puluh tahun nggak punya sertifikat. Tiba-tiba ada mafia tanah, dia bikin dokumen seperti asli padahal palsu. Kita yang merawat (tanah), tetapi semuanya tiba-tiba diserobot (mafia),” ucapnya lagi.

Di luar itu AHY memaparkan bahwa pemerintah menargetkan sertifikasi sebanyak 120 juta bidang tanah hingga akhir 2024. Adapun per hari ini, ia mengatakan sudah ada 111,8 juta bidang tanah yang telah disertifikasi.

“Artinya, masih ada sekian juta lagi yang harus kita selesaikan,” sambungnya.

“Kami datang untuk menghadirkan kepastian hukum hak atas tanah milik bapak dan ibu sekalian,” tambahnya.

Mengungkap Kejahatan Mafia Tanah

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, AHY mengatakan program Kementerian ATR/BPN dapat menjadi solusi dan mengungkap kejahatan pertanahan yang banyak dilakukan oleh mafia tanah.

AHY mengatakan isu pertanahan menjadi sangat mendasar yang harus segera diselesaikan.

“Tadi Pak Gubernur Sulsel mengatakan, dari banyaknya aduan hukum, itu dominasinya urusan pertanahan dan itu dikonfirmasi juga di tingkat nasional,” kata AHY pada kegiatan pemberian sertipikat gratis kepada masyarakat di Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu.

Untuk itu, kata AHY, program kementeriannya dapat menjadi solusi dan mengungkap kejahatan pertanahan oleh mafia tanah.

“Saya berpesan jangan ragu-ragu berhadapan dengan mafia tanah, pasti kita bela. Kita akan cari solusi terbaik agar tidak ada yang dizalimi,” ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin yang turut mendampingi Menteri ATR/BPN mengungkapkan sengketa tanah juga banyak terjadi di Sulsel, sehingga pemerintah provinsi setempat siap mendukung program Kementerian ATR/BPN.

“Program ini memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. Yang dapat dipastikan memberikan kesejahteraan kepada pemiliknya,”katanya.

Menteri ATR/Kepala BPN usai pembagian sertipikat, selanjutnya dijadwalkan melakukan peninjauan ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Makassar, Minggu (28/4).

Kehadirannya bertujuan memastikan pelayanan pertanahan akhir pekan (PELATARAN) di Kantah Kota Makassar berjalan lancar. Selain itu, kunjungannya juga dalam rangka mendeklarasikan implementasi layanan Sertipikat Tanah Elektronik.

Setelah pendeklarasian tersebut, AHY akan langsung menyerahkan sertifikat tanah elektronik milik pemerintah daerah. Langkah ini merupakan wujud dari komitmen Kementerian ATR/BPN untuk menjadikan 104 Kantah Kabupaten/Kota Elektronik tahun 2024. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru