Rabu, 1 Juli 2026

AYO GOTONG ROYONG…! Siti Fadilah Soroti Banjir Palembang: Dirikan RT dan Kelurahan Siaga, Selamatkan Rakyat!

JAKARTA – Aktivis Palembang yang tergabung dalam lembaga Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) dan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang membahas kesiapsiagaan kolektif mengatasi masalah banjir yang terjadi pada musim hujan.

Dalam sambutannya Ketua Dewan Pembina Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) menegaskan bahwa, desa siaga, kelurahan siaga dan RT Siaga adalah kunci dalam menyelamatkan rakyat di tengah bencana alam khususnya banjir.

“Segera bentuk desa siaga, kelurahan siaga dan RT Siaga disemua wilayah rawan banjir. Bangun kegotongroyongan antar masyarakat agar siap sewaktu waktu dalam keadaan darurat,” tegas Menteri Kesehatan RI 2004-2009 ini yang hadir secara virtual.

Pembahasan bersama tersebut dilakukan dalam seminar dan lokakarya di Aula Parameswara Pemkot Palembang, Selasa (8/11).

Dalam kegiatan tersebut, dibahas sejumlah makalah dari pejabat Pemkot Palembang, BPBD Provinsi Sumsel, drh. Indro Cahyono (Virolog), Dr. Widjaja Lukito (ahli gizi), Web Warow (Ketua Umum DKR), Zainal Abidin (Ketua DPRD Kota Palembang).

Panitia Pelaksana dari DKR Sumsel Anwar Sadat mengatakan sesuai tema seminar, untuk menghadapi bencana banjir pada musim hujan seperti sekarang diperlukan kesiapsiagaan kolektif dalam penanggulangan bencana untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Setiap musim hujan, masyarakat di Kota Palembang selalu dihadapkan dengan masalah banjir, jika hujan lebat turun cukup lama atau lebih dari satu jam, sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan pemukiman penduduk tergenang air atau mengalami banjir hingga di atas 50 cm.

Dampak banjir tersebut menimbulkan banyak kerugian masyarakat, karena perabotan rumah tangga dan peralatan elektronik rusak, serta terhalangnya aktivitas akibat jalan tergenang air.

Kemudian, gangguan kesehatan akibat air hujan yang meluap bercampur dengan air dari saluran pembuangan yang kotor serta berbau busuk, bahkan ada beberapa masyarakat yang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik setelah air hujan menggenangi rumahnya.

Melihat dampak dari bencana banjir tersebut, kata dmantan Direktur Eksekutif Walhi Sumsel itu, diperlukan solusi yang tepat dan cepat menghadapi kemungkinan terjadinya banjir pada musim hujan sekarang ini dan tahun-tahun berikutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan menghadapi kemungkinan terjadinya banjir, pihaknya telah melakukan berbagai tindakan antisipasi, seperti menggalakkan gotong royong bersama pegawai Pemkot Palembang dengan masyarakat membersihkan sungai dan saluran air di sekitar pemukiman penduduk.

“Selain itu, melakukan normalisasi sungai, kolam retensi, mengoptimalkan pompanisasi, dan menyiapkan tim reaksi cepat penanggulangan banjir, ujar Harnojoyo,” ucapnya. (Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles