Kamis, 2 Juli 2026

BARU TEMBUS Rp 146 TRILIUN..! RI Butuh Investasi Rp 14.369 Triliun Buat Geber Ekonomi 8%

JAKARTA – Indonesian Investment Authority (INA) menyebut target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% membutuhkan investasi yang besar. Bahkan investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai US$ 800 miliar atau sekitar Rp 14.369 triliun (asumsi kurs Rp 17.962).

Chief Executive Officer (CEO) INA, Oki Ramadhana, menyebut capaian investasi ini tidak cukup didorong oleh investor domestik. Menurutnya, dibutuhkan bantuan dari investor asing yang bisa mendorong tercapainya target investasi tersebut.

“You can see as a basic, tapi this is fundamental juga. Jadi target kita, yang tadi saya mention up to 8% by 2029, and it needs US$ 800 billionuntuk kita bisa tumbuh at that level. Namely, penggeraknya obviously global investment. Jadi tradisional local fund saja, itu tidak cukup,” ungkap Oki dalam acara media briefing  dikutip Bergelora.com, di Jakarta, Kamis (2/7/2026).:

Oki menjelaskan, penanaman modal asing (PMA) dapat memfasilitasi proyek-proyek teknologi hingga memperkuat kapabilitas industri. Selain itu, PMA ini juga diklaim mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kinerja ekspor, hingga pengembangan infrastruktur.

“Jadi PMA itu menjadi, FDI itu menjadi salah satu catalyst yang penting banget untuk kita untuk menjadi tumbuh, menjadi much faster growth country di dunia ini,” terangnya.

Oki mengatakan, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang baik untuk menarik foreign direct investor (FDI). Pasalnya, pertumbuhan ekonomi RI berada di atas rata-rata global dengan inflasi yang tetap terjaga.

Ia menambahkan, fundamental ekonomi RI tidak lagi menjadi isu bagi investor asing. Fakta tersebut ia temukan saat melakukan mengunjungi sejumlah investor global di Amerika Serikat (AS), salah satunya Global Infrastructure Fund.

“Jadi mereka very keen and very proactive untuk lihat opportunities Indonesia. Ini luar biasa sekali, global investors the way they actually look at Indonesia,” pungkasnya.

Dana Kelolaan Investasi INA Tembus Rp 146 Triliun

Oki mengungkapkan, Indonesia Investment Authority (INA) membukukan pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp 146,2 triliun hingga tahun 2025. Angka tersebut tumbuh 1,9 kali dibanding tahun pertama operasional INA.

Sepanjang lima tahun berdiri, secara kumulatif investasi yang disalurkan INA dan mitra mencapai Rp 74,5 triliun. Adapun rinciannya, porsi penyaluran investasi INA mencapai Rp 33,3 triliun dan mitra sebesar Rp 41,2 triliun.

“Lima tahun INA untuk Indonesia capaian investasi kita dari kinerja kita, total asset under management Rp 146 triliun, tumbuh 1,9 kali dibandingkan dengan tahun pertama kita beroperasi. Kalau kita break it down, Rp 110,2 triliun itu dari INA, kemudian Rp 36 triliun itu dari mitra investasi kita. Jadi all partners itu actually grown 4,5 kali dibandingkan tahun pertama kita operasional,” ungkap Oki Ramadhana

Oki menjelaskan, alokasi investasi berdasarkan sektor mayoritas di bidang transportasi dan logistik sebesar 44%. Kemudian di sektor digital dan kecerdasan buatan (AI) sebesar 29,6%, energi hijau 9,8%, kesehatan 9,2%, advanced material 5,5%, dan sektor pptensial lainnya sebesar 1,9%.

“Kalau kita lihat, transportasi dan logistik ini memang masih besar 44%. Tapi ke depan we continue to diversify to other sector juga supaya lebih balance,” jelasnya

Oki menambahkan, INA berhasil mempertahankan peringkat internasional sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) dari Fitch Ratings pada posisi BBB. Sementara di tingkat nasional, peringkat investasi INA pada posisi AAA.

“Kita alhamdulillah bisa mendapat Fitch Ratings, and this was in 2025, Fitch Ratings triple B, sama dengan sovereign, dan kemudian kita juga just be sure, just to prove, bahwa kita memiliki tata kelola yang sejalan dengan standar global, the utmost standard of governance in the sovereign wealth fund,” pungkasnya.

Sejumlah Investor Siap Pindah dari Vietnam ke Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rapat Evaluasi APBD 2026 dan Persiapan APBD Perubahan 2026, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (8/6/2026). (Ist)

Sementara itu dilaporkan terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan adanya rencana sejumlah investor besar untuk merelokasi industri padat karya mereka dari Vietnam menuju ke Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Pemprov Jateng akan memanfaatkan momentum emas tersebut untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi tujuan investasi baru yang strategis di tengah situasi semakin padatnya kawasan industri di Vietnam

Luthfi menyampaikan hal itu secara langsung saat menerima kunjungan kerja dari Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di kantornya di Semarang, Rabu (01/07/2026).

Dia menyebut Jawa Tengah kini telah menjelma menjadi salah satu daerah magnet tujuan investasi utama, baik yang datang dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Guna menyambut tren positif itu, ia memastikan jajarannya terus menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut masuknya ekosistem industri baru.

“Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah,” kata Luthfi dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan, peluang emas relokasi pabrik antarnegara tersebut perlu dikawal ketat bersama oleh seluruh pemangku kebijakan, termasuk melalui perluasan jejaring diplomasi BKSAP DPR RI untuk memperluas promosi investasi Jawa Tengah di tingkat internasional.

Di samping fokus menarik minat investasi asing, Luthfi menilai penguatan sistem infrastruktur logistik daerah menjadi pekerjaan rumah (PR) krusial yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.

Ia memaparkan data bahwa total kebutuhan logistik kontainer secara nasional saat ini mampu mencapai kisaran 10 juta kontainer per tahun, di mana sekitar 7 juta kontainer di antaranya justru berasal dari komoditas Jawa Tengah.

Namun ironisnya, sekitar 70 persen arus keluar-masuk kontainer dari Jawa Tengah tersebut sejauh ini masih dilayani melalui fasilitas pelabuhan di Jawa Timur dan Jakarta. Sementara arus komoditas yang berjalan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang baru menyerap sekitar 30 persen saja.

Guna memangkas kebocoran logistik itu, Luthfi mendorong percepatan proyek revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas secara menyeluruh.

Dia menilai penguatan daya tampung pelabuhan dan efisiensi sistem distribusi sangat penting untuk mendongkrak daya saing investasi Jateng di mata dunia.

“Kalau perlu dibuka pelabuhan di Kendal, Batang, Rembang, maupun Cilacap. Kalau itu belum memungkinkan, kami siapkan dry port di Kendal dan Batang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, realisasi investasi di Jawa Tengah pada triwulan I 2026 berhasil mencatatkan angka impresif mencapai Rp 23 triliun dengan daya serap tenaga kerja lokal sekitar 92 ribu orang.

Sementara sepanjang tahun 2025 lalu, nilai investasi tahunan tercatat meroket hingga mencapai Rp 110 triliun dengan penyerapan sekitar 274 ribu tenaga kerja.

“Di saat keterbatasan fiskal dan situasi geopolitik seperti sekarang, kita harus mampu menjual potensi Jawa Tengah untuk menarik investasi,” kata dia.

Berpeluang Melejit di Uni Eropa per 2027

Di pihak lain, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh mengatakan bahwa Jawa Tengah juga mengantongi peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar ekspor, terutama setelah implementasi perjanjian dagang bilateral Indonesia-Uni Eropa mulai berlaku efektif pada tahun 2027 mendatang.

Menurut Husein, skema penghapusan tarif masuk bagi berbagai komoditas produk unggulan Indonesia ke pasar Uni Eropa akan membuka keran peluang baru bagi daerah, khususnya Jawa Tengah, dalam menggenjot volume ekspor.

“Ini menjadi potensi baru bagi Jawa Tengah untuk membuka pasar ke Eropa. Banyak produk Indonesia nantinya sudah tidak lagi terkendala tarif ketika masuk ke pasar Uni Eropa,” ujar Husein.

Ia menambahkan, BKSAP DPR RI saat ini memiliki grup kerja sama bilateral aktif dengan total 102 negara sahabat. Jaringan parlemen dunia tersebut dapat dioptimalkan secara penuh oleh pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi investasi, skema perdagangan, maupun hilirisasi produk unggulan daerah ke pasar internasional. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles