Senin, 24 Juni 2024

BIKIN NATO KEPO NIH…! Pesan Zelensky yang Disampaikan Presiden Jokowi kepada Putin Tidak Tertulis dan Rahasia

JAKARTA – Pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada pemimpin Rusia Vladimir Putin ternyata tidak tertulis dan rahasia. Hal ini membuat dunia bertanya-tanya. Rupanya pesan itu hanya diketahui oleh Presiden Zelensky, Presiden Jokowi dan Presiden Putin. Hal itu disampaikan kata Juru Bicara Pemerintahan Rusia atau Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

“Itu bukan pesan tertulis. Hanya itu yang bisa saya sampaikan kepada Anda,” katanya, mengutip media Rusia, TASS, Minggu (3/7/2022).

Presiden Jokowi bertemu dengan Purin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia pada Kamis (30/06/2022). Setelah melakukan pertemuan, Jokowi menyampaikan pesan dari Zelensky kepada Putin.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa penyelesaian damai penting untuk terus di kedepankan dan juga ruang-ruang dialog terus dibuka.

“Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara kedua pemimpin tersebut,” ucap Presiden Jokowi mengutip laman Setkab.

Sebelum ke Moskow, Jokowi melakukan perjalanan ke Kiev di mana ia bertemu dengan Volodymyr Zelensky.

TASS juga mengutip pernyataan Juru Bicara Zelensky, Sergey Nikiforov, yang mengatakan bahwa pemimpin Ukraina, akan menyampaikan pesan kepada siapa pun , termasuk Putin, melalui pidato yang disiarkan untuk publiknya.

Ada dugaan kemungkinan pesan rahasia Presiden Zelenzky kepada Presiden Putin lewat Presiden Jokowi itu berisi pemohonan pertolongan Presiden Putin agar Zelensky bisa di selamatkan dari tekanan NATO-AS dan kelompok Nazi Ukraina yang terus memaksa untuk berperang demi kepentingan NATO-AS dan kaki tangan Nazi Ukrainanya. Hal ini disampaikan Ketua Komite Persahabatan Indonesia-Rusia, Joko Purwanto kepada Bergelora.com., Minggu (3/7).

“Memang hanya Putin yang bisa menyelamatkan Zelensky dari tekanan AS dan NATO. Yang lebih berbahaya adalah ancaman milisi Nazi Ukraina. Tapi kan ini gak pernah muncul di media, kan gak mungkin diungkap ke publik. Ini bikin NATO dan AS curiga. Tapi itu kan hak Jokowi sebagai pembawa pesan,” kata Joko Purwanto.

Pidato Putin

Presiden Putin dalam pidato konferensi persnya bersama Presiden Jokowi memang tidak menyinggung soal perang di Ukraina. Di bawah ini pidato Lengkap Presiden Putin. Presiden Rusia, Vladimir Putin sangat gembira menyambut kedatangan Presiden RI, Joko Widodo di Moscow, Rusia, Kamis (30/6).

Yang terhormat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,

Kami sangat senang menyambut Presiden Republik Indonesia di Kremlin. Ini adalah kunjungan pertama Jokowi ke Moskow sebagai Presiden. Kami senang Anda ada di sini.

Izinkan saya menekankan bahwa Indonesia adalah salah satu mitra utama kami di Asia-Pasifik. Hubungan Rusia-Indonesia bersifat konstruktif dan saling menguntungkan dan terus berkembang atas dasar tradisi persahabatan dan bantuan timbal balik yang telah berlangsung lama.

Mari saya ingatkan bahwa negara kita membantu Indonesia membangun kenegaraan dan memperkuat posisi republik muda di kancah internasional.

Dengan partisipasi para spesialis, insinyur kami, berbagai fasilitas infrastruktur transportasi dan industri besar, stadion, rumah sakit, dan institusi penting lainnya dibangun di Indonesia, banyak di antaranya beroperasi hingga hari ini.

Pembicaraan hari ini dengan Bapak Joko Widodo dilakukan secara bisnis dan cukup substantif.

Tentu saja, kami fokus pada kerja sama perdagangan dan ekonomi, yang menunjukkan dinamika positif. Pada tahun 2021, misalnya, perdagangan bilateral tumbuh lebih dari 40 persen, dan naik lebih dari 65 persen dalam lima bulan pertama tahun ini. Dalam konteks ini, kedua belah pihak menyatakan minatnya untuk meningkatkan kerja Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik.

Peluang tambahan untuk membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan dan meningkatnya jumlah pertukaran komersial antara negara kita membuka peluang baru.

Kami sangat mementingkan menciptakan zona perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Kami berharap pembicaraan tentang rancangan perjanjian yang sesuai akan diadakan sebelum akhir tahun dan akan membuahkan hasil.

Banyak perusahaan kami, termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia. Ada ketertarikan untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional. Dengan pengalaman unik, kompetensi, dan teknologi yang tak tertandingi, Rosatom State Corporation bersedia mengambil bagian dalam proyek bersama, termasuk proyek yang terkait dengan penggunaan non-energi teknologi nuklir, misalnya, di bidang kedokteran dan pertanian.

Kami memiliki banyak potensi kerjasama bisnis dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik. Misalnya, Russian Railways dapat mengambil bagian dalam mengimplementasikan inisiatif skala besar Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke pulau Kalimantan. Moskow, ibu kota Rusia, yang telah berkembang dengan kecepatan yang sangat baik dan dengan peningkatan kualitas yang tinggi, juga dapat berpartisipasi dalam proyek yang benar-benar ambisius ini.

Tentu saja, selama pembicaraan kami dengan Bapak Joko Widodo, kami fokus pada bidang kerja sama yang penting seperti pertukaran kemanusiaan, budaya, wisata, dan pendidikan. Pelonggaran pembatasan anti-COVID untuk pelancong dan aturan bebas visa saat ini akan berkontribusi pada hal ini. Kami sedang mendiskusikan kemungkinan melanjutkan layanan udara langsung antara Moskow dan pulau resor Bali.

Bidang lain yang menjanjikan untuk kerja sama kemanusiaan adalah memperluas dialog antar-wilayah dan antar-agama dengan mempertimbangkan fakta bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia dalam populasi. Saya ingin menyebutkan bahwa baru-baru ini delegasi dari wilayah Muslim Rusia mengunjungi Jakarta untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Tentu saja, kami membahas isu-isu yang menarik bagi seluruh dunia saat ini, untuk semua negara. Saya mengacu pada pengiriman makanan dan produk pertanian lainnya, termasuk pupuk mineral, ke pasar dunia.

Kami menekankan lebih dari sekali bahwa ketidakseimbangan pasar pangan dunia adalah konsekuensi langsung dari kebijakan ekonomi makro yang tidak bertanggung jawab dari beberapa negara, penerbitan yang tidak terkendali dan akumulasi utang tanpa jaminan. Pandemi virus corona semakin memperburuk situasi. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru