Minggu, 23 Juni 2024

EMANG BISA..? FIFA Perlu Menunda Penyelenggaran Piala Dunia U-17 Indonesia 2023 Jelang Pemilu

JAKARTA- Federasi sepakbola internasional (FIFA) perlu meninjau kembali pelaksanaan FIFA World Cup U-17 Indonesia yang rencananya digelar pada 10 November hingga 2 Desember 2023. Hal tersebut disampaikan Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) Sarma El Hakim, Jumat (11/8) saat di temui di bilangan Ragunan, Jakarta.

Menurut Sarma El Hakim, pertimbangan tersebut mengingat Indonesia akan memasuki fase penting yaitu pemilihan presiden dan pemilu legislatif 2024.

“Karena tahun ini adalah tahun politik dengan dinamika sosial politik cenderung meningkat FIFA perlu menunda pelaksanaan kejuaraan sepak bola remaja U-17 agar terhindar dari kepentingan politik kekuasaan. Karena sejatinya, FIFA harus bebas dari kepentingan politik negara anggotanya, sesuai semangat yang dibangun FIFA yaitu respect,” ujarnya.

Aroma sarat kepentingan politik gelaran Piala Dunia U-17 Indonesia sangat erat berhubungan dengan siapa yang menyelenggarkan dan siapa capres dan cawapres 2024. Apalagi, pendaftaran capres-cawapres mulai dibuka 19 Oktober sampai 25 November. Sedangkan, hajatan FIFA World Cup U-17 Indonesia kick off berlangsung mulai 10 November-2 Desenber 2023 dan itu sudah memasuki kampanye pilpres.

“Penetapan stadion Manahan Solo sebagai tempat semifinal dan final Piala Dunia U-17 membuktikan kuatnya sarat kepentingan politik dari ajang dua tahunan ini dan dapat mencederai ruh dari FIFA itu sendiri yang bebas dari kepentingan politik,” tegas Sarman.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, menurut Sarman, slogan Respect FIFA jangan sampai ditunggangi oleh syahwat politik pilpres elit tertentu. FIFA harus menghormati pesta demokrasi rakyat Indonesia dalam memilih pemimpinnya 5 tahun sekali.

“Harusnya PSSI dan pemerintah menolak tawaran dari FIFA untuk menjadi host Piala Dunia U-17 menggantikan Peru. Kan pemerintah tahun 2023 ini adalah tahun politik jelang pilpres dan pileg. Kenapa harus menerima tawaran FIFA? Jadi, sejak awal ajang ini memang sudah sarat kepentingan pilpres 2024,” tegas Sarman.

Alangkah bijaknya menurut Sarman PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir fokus membenahi pekerjaan rumah seperti penata struktur keorganisasian, pembinaan sepak bola usia dini dan belum tuntasnya kasus tragedi Kanjuran.

“Singkatnya waktu pelaksanaan Piala Dunia U-17 Indonesia dengan anggaran cukup besar menjadi tidak relevan bagi pembangunan sepak bola Indonesia di masa depan,” tutur Sarman. (Rls)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru