Selasa, 13 Januari 2026

BRUSSEL BERGOLAK..! 7.000 Petani Bentrok dengan Polisi di Kantor Pusat Uni Eropa, 1.000 Traktor Lumpuhkan Kota

JAKARTA – Bentrokan meletus di Brussels pada hari Kamis (18/12/2025) ketika ribuan petani turun ke kawasan kantor pusat Uni Eropa (UE).

Para petani memblokir jalan dengan traktor dan menghadapi polisi anti huru hara di luar Parlemen Eropa di tengah meningkatnya kemarahan atas kebijakan perdagangan dan reformasi pertanian.

Demonstrasi menolak perubahan yang diusulkan terhadap Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa dan perjanjian perdagangan bebas yang kontroversial dengan blok Mercosur Amerika Selatan dengan cepat berubah menjadi kekacauan.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan asap hitam tebal dari ban dan jerami yang terbakar memenuhi jalan-jalan di dekatnya saat traktor menerobos barikade polisi, melumpuhkan sebagian kota.

Para pengunjuk rasa menghancurkan jendela di dekat gedung parlemen dan melemparkan batu, kentang, dan benda-benda lain ke arah polisi, yang membalas dengan gas air mata dan meriam air.

Polisi menyerang para demonstran, dan setidaknya satu pengunjuk rasa terlihat dijatuhkan ke tanah dan dipukuli saat petugas berusaha membersihkan area tersebut.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, pihak berwenang Belgia mengatakan protes tersebut diizinkan untuk sejumlah traktor terbatas, tetapi pada siang hari, sekitar 1.000 kendaraan telah membanjiri ibu kota, dengan polisi memperkirakan total 7.000 demonstran.

Pada malam hari, polisi telah mendapatkan kembali kendali sebagian atas wilayah tersebut, meskipun traktor dan demonstran terus menduduki sebagian kota. Demonstrasi tersebut bertepatan dengan pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa di Brussels, di mana kesepakatan perdagangan Mercosur yang telah lama tertunda kembali dibahas.

Petani di seluruh Belgia, Prancis, dan negara-negara Uni Eropa lainnya khawatir kesepakatan tersebut akan membuka pintu bagi impor pertanian yang lebih murah dari Amerika Selatan, yang akan merugikan produsen Eropa yang harus mematuhi standar lingkungan dan kesejahteraan hewan yang lebih ketat.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan kesepakatan Mercosur tidak akan ditandatangani akhir pekan ini dan telah ditunda hingga bulan depan.

Para kritikus memperingatkan penundaan tersebut hanyalah penangguhan sementara dan bukan pembatalan. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru