Kamis, 25 Juli 2024

Buruaaan…! 2020 Selesai, Rumah Tinggal Korban Bencana Sulteng Akan Direlokasi

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjawab wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10) sore. (Ist)

JAKARTA- Pemerintah berencana akan merelokasi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, akhir September lalu. Relokasi terutama dilakukan terhadap mereka yang tinggal yang di bawahnya langsung ada sesarnya, kedua, pantai yang kena tsunami, dan yang ketiga, wilayah yang terkena likuifaksi.

“Tiga wilayah inilah yang nanti akan dibuat relokasi apabila proses rekonstruksi dimulai,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menjawab wartawan usai sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10) sore.

Kalau wilayah lain, misalkan daerah aman, menurut Bambang, kalau ada kerusakan rumah maka tetap rumahnya diperbaiki di tempat yang sama. Tapi kalau wilayah yang sangat berbahaya atau tidak aman, maka harus dicarikan wilayah baru sehingga mereka tetap bisa tinggal di situ, dan yang penting penting tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal sebelumnya.

Mengenai anggaran untuk melakukan relokasi itu, Menteri PAN/Kepala Bappenas mengatakan, hibah tetap didorong siapapun yang ingin memberikan hibah tapi tentunya tetap ada dari APBN.

“Jadi ini kombinasi dari APBN dan Non APBN,” ujarnya.

Sedangkan mengenai kemungkinan penggunaan dana asing, menurut Menteri PAN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, nanti akan dilihat kebutuhannya. Artinya, sudah komitmen itu tergantung kebutuhan kita apakah membutuhkan atau tidak.

“Tapi intinya kita terbuka kepada semua opsi yang penting semua proses rekonstruksi ini berjalan lancar,” kata Bambang seraya menambahkan, pemerintah berharap bisa selesai kurang dari 2 (dua) tahun.

“Karena ini kan rehabilitasi dulu, hunian sementara, setelah itu kita masuk ke rekonstruksi,” sambung Bambang seraya menambahkan, diharapkan proses relokasi ini bisa selesai 2020.

Pada kesempatan itu Menteri PPN/Kepala Bappenas menjelaskan, bahwa hibah yang diberikan sejumlah pihak, termasuk lembaga asing itu untuk tanggap darurat, dan diperkirakan sudah di atas 50 juta dollar AS.

“Hibah yang untuk ke depan, ini yang masih dikumpulkan. Tapi yang kita lihat kemarin itu adalah komitmen pinjaman dari ADB dan World Bank. Tapi sekali lagi pemakaiannya tergantung kepada kebutuhan kita,” tukas Bambang.

Segera Relokasi

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya, Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah disela kunjungan di salah satu pusat pengungsian di Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru mengatakan kini sudah saatnya pemerintah merelokasi dan menata lokasi pengungsian warga. Mengingat sanpai saat ini titik pengungsian masih tersebar di banyak sekali lokasi, Sigi, Kamis (11/10).

Masykur menyampaikan hal itu dikarenakan selama tiga belas hari sejak bencana gempa, tsunami dan likuifaksi  kondisi pengungsian warga masih tersebar di banyak titik dan tidak tertata, Masing-masing warga membangun tenda pengungsian, baik dalam pengelompokan kecil sesuai pilihan tempat yang dianggap aman sampai pada sebaran satu dua tenda di setiap lokasi. Walaupun  sebagian lainnya terkonsentrasi dalam kelompok besar seperti di lapangan dan tanah lapang baik di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

“Khusus bagi wilayah yang terpapar langsung bencana seperti di Kelurahan Balaroa dan Petobo, Desa Jono Oge dan Sibalaya serta  di sepanjang wilayah pesisir pantai baik di Kota Palu dan Kabupaten Donggala yang tidak memungkinkan lagi dihuni karena pertimbangan  keselamatan dan kenyamanan hidup, sangat urgen segera dilakukan  relokasi oleh pemerintah, kata Masykur. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulteng ini rmeminta pemerintah segera menyiapkan kawasan khusus pemukiman baru bagi warga. Sebagaimana yang sudah digagas oleh Bupati Kabupaten Sigi, mempersiapkan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT. Haspam di Desa Pombewe.

Saya kira percepatan kebijakan ini perlu segera direalisasikan, dibangun kesiapan program dan tahapan kerjanya, temasuk  hal teknis pendukung di lapangan. Kita mengapresiasi dan mensupport langkah sigap Bupati Kabupaten  Sigi ini. Apalagi prasayarat lokasinya sangat memungkinkan dan tidak hambatan berarti guna membangun kawasan pemukiman baru dan sumber penghidupan pertanian warga dalam jangka panjang. sebut Masykur. 

Apalagi kawasan eks PT. Haspam sudah menjadi tempat pengungsian warga dari Desa Jono Oge.  Data sementara sebanyak 68 Kepala Keluarga dan 215 jiwa warga kini hidup di wilayah tersebut. Warga bersama relawan kemanusiaan saat ini sedang menata dan membangun sarana dan prasarana darurat seperti hunian sementara (Huntara) dan MCK (mandi, cuci, kakus). Bersama relawan kemanusian, juga partai Nasdem mensopprort pembangunan tahap awal MCK semi permanen  sebagai salah satu kebutuhan mendesak warga di tempat pengungsian, kata Masykur. 

Lebih lanjut kata  Masykur upaya cepat pemerintah untuk merelokasi warga dari titik pengungsian ke lokasi baru mendesak dilakukan. Sebab, hal ini akan lebih memudahkan kontrol atas segala sesuatunya, mulai dari pemenuhan  ketersediaan pangan, perawatan kesehatan khususnya ibu dan anak dan pembangunan  barak pengungsian.

Masykur juga berharap kepada pemerintah agar seluruh warga Jono Oge yang masih tersebar di beberapa titik pengungsian bisa di relokasi ke lokasi eks PT.  Haspam untuk disatukan dengan 68 Kepala Keluarga yang sudah berada sana.

Jika program tersebut sukses dilaksanakan maka hal ini akan menjadi program percontohan bagi daerah lainnya. Termasuk warga yang hari ini mengungsi karena wilayah huniannya tidak memungkinkan lagi untuk kembali dihuni akibat bencana gempa, tzunami dan likuifaksi. 

“Saya kira diperpanjangan  masa tanggap darurat, 13-26 Oktober 2018 ini hal yang mendesak dilakukan, relokasi dan penataan  wilayah pengungsian dan pemenuhan pangan kepada seluruh warga yang terpapar bencana di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi,” kata Masykur (Calvin G. Eben-Haezer/Lia Somba)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru