JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya mengaku telah mengerahkan tim dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan memonitor dapur MBG seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil dalam rangka mengawasi penggunaan anggaran pada setiap dapur MBG. Jika ada dapur yang terbukti menyalahgunakan anggaran, maka langsung dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
Purbaya menegaskan, apabila setelah dilaporkan ke BGN tetap tidak ada perubahan, maka anggaran akan dikurangi.
“Jadi saya kerahkan orang Dirjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia untuk memonitor secara berkala SPPG-SPPG yang ada di setiap daerah Indonesia. Itu akan menjadi penambahan tentang pelaksanaan program itu, nanti kalau ada yang ngaco–ngaco kita kasih masukkan ke BGN bahwa di satu tempat SPPG tertentu melakukan kesalahan dan kalau nggak didengar kita kurangin anggarannya,” jelas Purbaya dikutip Beegelora.com di Jakarta, Rabu (9/9)
Purbaya menambahkan, di sisi lain, BGN telah melakukan efisiensi anggaran menjadi Rp 240 triliun dari Rp 330 triliun. Anggaran program MBG juga masih berpeluang dipangkas kembali.
Tahun ini, menurut perkiraan Purbaya dari total anggaran BGN yang telah dipangkas, hanya terpakai di bawah Rp 200 triliun.
“Jadi kepala BKN yang baru orangnya cukup bagus ya, bagus malah. Itu sudah melakukan efisiensi Implementasi program itu, sudah ada penghematan yang besar. Tahun ini kan tadinya anggarannya Rp 330 triliun, turun ke Rp 270 triliun, Rp 240 triliun. Saya pikir tahun ini implementasinya akan di bawah itu, di bawah Rp 200 triliun mungkin dugaan saya,” jelas Purbaya.
Anggaran MBG 2027 Naik 4,8% Jadi Rp240 Triliun
Sebelumnya dilaporkan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp240 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Anggaran tersebut meningkat dibandingkan alokasi sementara MBG pada 2026 yang berada di kisaran Rp229 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran MBG 2027 menjadi bagian dari pemanfaatan anggaran pendidikan yang mencapai Rp820,9 triliun.
“Sekitar Rp240 triliun untuk MBG,” kata Purbaya dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dengan demikian, anggaran MBG 2027 meningkat sekitar Rp11 triliun atau 4,8% dibandingkan angka sementara 2026 sebesar Rp229 triliun.
Dalam paparan pemerintah mengenai anggaran pendidikan 2027, MBG ditargetkan menjangkau 60,6 juta penerima. Program tersebut menjadi salah satu rencana pemanfaatan anggaran pendidikan selain berbagai program bantuan dan dukungan bagi peserta didik serta tenaga pendidik.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya mengungkapkan pagu anggaran MBG 2026 sebesar Rp268 triliun telah diefisiensikan menjadi sekitar Rp229 triliun.
Namun, angka Rp229 triliun tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah masih melakukan penyesuaian terhadap tata kelola dan kebutuhan anggaran program MBG.
Dengan alokasi sekitar Rp240 triliun pada 2027, pemerintah akan melanjutkan pelaksanaan MBG dengan target penerima yang lebih luas dan penguatan tata kelola program. (Web Warouw)

