Jumat, 23 Februari 2024

Dana Desa Belum Dicairkan, Ini Temuan Tim JDN

DONGGALA- Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu daerah yang belum mendapatkan penyaluran dana desa tahap I Tahun 2016. Ternyata, faktor utamanya adalah belum rampungnya laporan penggunaan dana desa sebelumnya, yakni tahun anggaran 2015.

Wakil Bupati Polewali Mandar, M Natsir Rahmat saat ditemui tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) mengatakan, dana desa Tahun 2015 di Kabupaten Polewali Mandar baru terealisasi sebesar 99,7 persen. Dana desa yang belum sepenuhnya terserap tersebut, diakibatkan oleh masih adanya desa yang belum melaporkan realisasi dana desa.

“Masih ada 2 desa yang belum memberikan laporan. Inilah kenapa, realisasi dana desa tahun 2015 masih kurang sekitar 0,2 persen lebih,” ujarnya.

Lambatnya pelaporan penggunaan dana desa tahun lalu tersebut, secara otomatis berpengaruh pada lambatnya penyaluran dana desa tahap I Tahun 2016. Di mana, salah satu syarat pencairan dana desa adalah dengan menyerahkan laporan realisasi dana desa yang telah disalurkan sebelumnya.

Keterlambatan tersebut pun mendapat keluhan dari berbagai desa, yang dikunjungi tim JDN di Kabupaten Polewali Mandar. Desa Patampanua Kecamatan Matakali misalnya, yang terpaksa menunda pembangunan karena belum dicairkannya dana desa 2016.

“Padahal bikin laporan itu tidak susah. Format laporannya juga mudah, saya heran kenapa masih ada desa yang belum memberikan laporan,” terang Abdul Azis Beh, Kepala Desa Patampanua.

Azis mengatakan, dana desa tahun 2015 di Desa Patampanua digunakan untuk membangun jalan usaha rakyat.

“Sebelumnya, jalan di sini sangat jelek dan bergelombang. Banyak batu-batu dan becek kalau hujan. Sekarang jalannya sudah mulus, dan biaya transportasi untuk mengangkut hasil perkebunan jadi semakin murah,” katanya.

Keluhan yang sama juga datang dari desa lainnya, yakni Desa Tonro Lima Kecamatan Matakali. Hamuddin selaku Kepala Desa mengaku sangat menanti pencairan dana desa, agar pembangunan dapat segera terealisasi.

“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya dana desa ini. Sejak ada dana desa, jalan di sini jadi mulus. Masih banyak jalan yang ingin kita perbaiki,” ujarnya.

Hamuddin mengungkapkan, dana desa di Tonro Lima tahun 2015 digunakan untuk membangun jalan penghubung antar desa sepanjang 461 Meter. Selain berfungsi sebagai jalan penghubung, jalan tersebut juga bermanfaat bagi usaha tani setempat.

“Dana desa tahun lalu sekitar Rp270 juta, kita gunakan untuk bangun jalan. Setelah semua jalan kita bangun, kita juga ingin bangun irigasi,” urainya.

Sebelumnya, tim JDN yang menjelajahi Polewali Mandar ini juga telah berkunjung ke Desa Duampanua dan Desa Pasiang. Dua desa tersebut juga telah menggunakan dana desa untuk membangun jalan usaha tani dan jalan penghubung desa.

Tim JDN yang diutus oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar, ini akan menjelajahi desa di 3 Pulau yakni Sulawesi, Jawa dan Sumatera ini. Diutusnya tim JDN ini bertujuan untuk meninjau realisasi dana desa sekaligus sosialisasi program dana desa.

“Sosialisasi dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari dialog langsung dengan kepala desa, juga sosialisasi langsung ke masyarajat dengan turun ke desa-desa,” ujar Menteri Marwan.

Setelah singgah di Kabupaten Barru dan Kabupaten Polewali Mandar di hari pertama, Tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) 2016 dilepas untuk melanjutkan perjalanan ke Donggala, Sulawesi Tengah.

“Sosialiasi akan kami lanjutkan di Desa Nupa Bomba, Kecamatan Tana Tumea, Donggala dengan mengundang 200 hingga 300 kepala desa, SKPD, Camat, dan Pendamping Desa. Kami akan berdialog dengan mereka. Komunikasi dua arah kita perlukan agar tim juga mendengar aspirasi warga,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Aisyah Gamawati, saat pelepasan Tim JDN di kantor Bupati Polewali Mandar, Kamis (28/04).

Sementara itu, Wakil Bupati Polewali Mandar HM Natsir Rahman yang juga melepas Tim JDN ke Donggala mengatakan, pemerintah setempat dan para kepala desa sangat mengapresiasi kedatangan Tim JDN di Kabupaten Polewali Mandar sejak Rabu sore. Wabup Natsir juga berharap pendampingan bisa diperkuat lagi, khususnya untuk pengawasan internal.

Melepas Tim JDN menuju Donggala, Wabup Natsir menyampaikan pepatah dari tanah Mandar, “Mua’ Lesse’ mo malai, anna maullung allo, damo pittule saliliu mo tu’u. Arti pepatah itu adalah jika anda sudah pergi meninggalkan kami dan langit mendung, tidak usah lagi bertanya, karena itulah tanda kerinduan kami.”

Di Donggala, Sulawesi Tengah, selain mensosialisasikan dana desa, Kemendesa PDTT melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu juga akan menyerahkan bantuan untuk program penanganan bencana dan penanganan daerah pascakonflik.

“Bentuk konkret bantuan yang kita berikan yaitu berupa pembangunan bronjong atau pelindung tebing sungai senilai Rp 675 juta dan pembangunan pasar tradisional senilai Rp 700 juta,” ungkap Aisyah.

Sementara di tahun 2015 lalu, Kemendesa PDTT telah memberikan bantuan ke Kabupaten Donggala dengan total nilai lebih dari Rp 13 milyar. Bentuk bantuan tersebut diantaranya berupa pembangunan tambatan perahu, pengadaan kapal 50 penumpang, pengadaan air bersih, dan pemulihan ekonomi daerah pascakonflik.

Tim JDN akan menempuh jarak sekitar 638 kilometer dan jarak tempuh selama 13 jam. Di Donggala, tim akan disambut oleh warga setempat. Sosialisasi akan dilangsungkan keesokan harinya. Secara administrasi, terdapat 16 kecamatan dan 158 desa. (Andreas Nur)

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru