Sabtu, 2 Mei 2026

DENMARK SIAP HADAPI INVASI AS..! PM Greenland Beri Pesan ke Trump: Kami Tidak Dijual-Tak Sudi Ikut AS!

JAKARTA – Ketegangan diplomatik antara sekutu lama, Amerika Serikat (AS) dan Denmark, semakin memanas. Dalam konferensi pers Selasa (13/1/2026), Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan sikap bersama untuk menolak segala upaya AS yang ingin membeli wilayah otonom tersebut.

Frederiksen mengakui bahwa saat ini Denmark berada di posisi yang sulit. Ia menyatakan tidak mudah bagi negaranya untuk menghadapi “tekanan yang sangat tidak dapat diterima” dari sekutu terdekat mereka selama beberapa generasi terakhir.

“Ada banyak bukti bahwa bagian tersulit justru baru saja dimulai,” ujar Frederiksen dengan nada peringatan dikutip Guardian. Beliau menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar transaksi lahan, melainkan prinsip kedaulatan yang fundamental.

“Pesan kami jelas: Greenland tidak dijual. Kita harus mempertahankan prinsip bahwa perbatasan tidak bisa diubah dengan paksa… atau dengan membeli bangsa lain. Negara kecil tidak boleh hidup dalam ketakutan terhadap negara besar,” tegasnya.

Floki pemimpin bangsa Viking di Greenland bersiap menyerbu Amerika Serikat. (Ist)

Frederiksen juga membawa isu ini ke ranah pertahanan kolektif. Ia mengingatkan bahwa NATO memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan Greenland sama besarnya dengan setiap milimeter wilayah NATO lainnya.

Senada dengan Frederiksen, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen memberikan pernyataan yang jauh lebih tajam. Nielsen menegaskan bahwa jika rakyatnya harus memilih, mereka tetap memilih setia kepada Denmark dibandingkan bergabung dengan AS.

“Satu hal harus jelas bagi semua orang: Greenland tidak ingin dimiliki oleh AS, tidak ingin diperintah oleh AS, dan tidak ingin menjadi bagian dari AS. Kami memilih Greenland yang kami kenal hari ini, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark,” kata Nielsen.

Pesan tegas ini rencananya akan dibawa langsung oleh delegasi mereka dalam kunjungan ke Amerika Serikat besok. Nielsen menekankan bahwa masa depan wilayahnya berada di tangan rakyat Greenland sendiri, bukan di meja perundingan ekonomi negara lain.

Keinginan Donald Trump untuk mencaplok Greenland bermula dari ketertarikannya pada potensi sumber daya alam yang melimpah dan posisi geopolitik strategis wilayah tersebut di Arktik. Trump, yang memiliki latar belakang pengusaha properti, sempat menyamakan akuisisi Greenland dengan “transaksi real estate besar” yang dapat memperluas dominasi AS di kutub utara serta mengamankan cadangan mineral langka.

Gagasan ini sempat memicu kegaduhan internasional karena dianggap merendahkan kedaulatan Denmark dan mengabaikan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland. Beberapa negara NATO di Eropa seperti Inggris dan Jerman bahkan menyiapkan opsi manuver militer untuk membendung niatan Washington ini.

Rusia dan China Tidak Menjadi Ancaman bagi Greenland  

Tentara Denmark siap menghadapi invasi Amerika Serikat. (Ist)

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (14/1) dilaporkan, Rusia dan China tidak mengancam Greenland . Itu diungkapkan seorang anggota parlemen senior Denmark yang mengawasi keamanan, Rasmus Jarlov. Pernyataan itu dikaitkan dengan Presiden AS Donald Trump yang berupaya mengendalikan pulau Arktik tersebut.

Trump telah lama menyerukan agar AS menguasai Greenland – wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark – untuk mencegah Rusia dan China. Dia tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan.

Pernyataan presiden AS telah memicu keretakan antara AS dan anggota NATO Eropa, yang telah mendukung Denmark, dengan alasan bahwa “Greenland adalah milik rakyatnya.”

Rasmus Jarlov, ketua komite pertahanan parlemen Denmark, berdebat dengan pakar keamanan Velina Tchakarova, yang mengklaim bahwa negara-negara Eropa yang tidak menganggap serius “ancaman” dari Rusia dan China “belum memperhatikan apa yang terjadi di Arktik dalam sepuluh tahun terakhir.”

Tentara Denmark siap menghadapi invasi Amerika Serikat. (Ist)

Jarlov menulis di X, tanpa mengklarifikasi siapa yang dia maksud:

“Saya adalah kepala komite pertahanan di Denmark… Saya mendapatkan semua informasi yang relevan tentang hal itu. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa fantasi Anda tentang ancaman besar dari China dan Rusia terhadap Greenland adalah khayalan. Anda adalah ancamannya. Bukan mereka.”

Rusia, yang perbatasan baratnya terletak lebih dari 3.000 km dari Greenland, hanya memberikan sedikit komentar tentang upaya Trump untuk mengakuisisi pulau itu, hanya bersikeras agar keinginan penduduk Greenland dihormati.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa sedikit sekali keinginan di Greenland untuk bergabung dengan AS.

Moskow juga menepis spekulasi bahwa mereka berencana menyerang negara-negara Barat sebagai “omong kosong.”

China membantah bahwa mereka berupaya menguasai Greenland dan menolak retorika Trump.

Setelah Trump mengklaim bahwa Greenland “dipenuhi kapal-kapal China,” juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian mengatakan Beijing mendesak AS “untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ‘ancaman China’ sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi.

“Pada hari Sabtu, Daily Mail melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan para jenderalnya untuk menyusun rencana invasi potensial ke Greenland, dengan sumber-sumber memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan “kehancuran NATO dari dalam.” (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles