Minggu, 25 Februari 2024

Diambang Kepunahan, Ikan Pesut Kurang Dari 90 Ekor

JAKARTA- Pemberian ijin peningkatan produksi batubara dari 4 juta ton menjadi 20 juta ton serta pengangkutan lewat Sungai Kedang Kepala merupakan sungai kedua habitat utama Pesut Mahakam yang diganggu oleh Bayan Resources.

Studi yang telah dilakukan oleh Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) dari tahun 1999 hingga sekarang menunjukkan bahwa populasi Pesut telah diambang kepunahan dengan jumlah populasi kurang dari 90 ekor!

Studi juga menunjukkan bahwa tersisa 3 dari 5 anak sungai yang dulunya dapat dipergunakan oleh pesut tanpa gangguan ponton batubara. Anak-anak sungai ini dipergunakan pesut untuk mencari makan, bermain-main, kawin dan melahirkan. Sementara sungai Mahakam lebih banyak dipakai oleh pesut untuk berenang dari satu muara anak sungai ke muara anak sungai lainnya. Dikarenakan ponton mengeluarkan suara kebisingan yang melebihi 80 desibel dan sangat mengganggu pesut, maka pesut lebih memilih untuk menghindar dan tidak masuk anak sungai tersebut.

Suara bising tersebut dapat menghalau pantulan sonar pesut sehingga membuatnya sulit berorientasi dan dapat berkibat ditabrak ponton. Apalagi untuk mencari makan, sudah tidak dapat dilakukan lagi.

Studi genetis juga telah membuktikan bahwa DNA pesut sudah berbeda secara signifikan dengan jenis terdekat yang berada di pesisir seperti muara Mahakam, Teluk Balikpapan dan daerah atau negara lainnya dan ada wacana untuk menggantikan nama Orcaella brevirostris dengan Orcaella mahakamensis.

Ironisnya pada saat pesut sudah lebih banyak dikenal dan disayangi oleh publik umum, tantangan menghadapi ancaman malah bertambah lebih banyak oleh kebijakan pemerintah yang tidak mendukung upaya kelestariannya.

Bukannya menghentikan, gubernur malah memberi ijin peningkatan produksi batubara pada PT. Bara Tabang menjadi 20 juta ton secara bertahap, tahun pertama 4 juta, kedua 8 juta dan ketiga 15 juta.

Kenyataannya, tahun 2016 ini ijin produksi masih 4 juta ton/tahun, namun melihat banyaknya ponton yang hilir mudik di sungai kedang kepala siapa yang bisa menjamin bahwa jumlah produksi tidak lebih dari itu? Menurut informasi dari masyarakat, belasan ponton beroperasi tiap harinya.

Alasan peningkatan produksi karena instruksi Pemerintah Pusat bahwa dalam MP3EI Kalimantan adalah koridor energi dan Kaltim kebagian “jatah” menghidupi atau menghasilkan 10.000 MW (tidak semua untuk Kaltim) dari total 30.000 MW, apa lagi kalau bukan dari PLTGU berbahan bakar batubara.

Oleh karena itu, walaupun harga batubara dipasaran dunia anjlok, tetap saja perusahaan dapat untung dengan menjual dipasaran domestik, karena program pemerintah dipakai sebagai argumen.

“Kenapa tidak difikirkan sumber energi terbarukan, seperti yang berasal dari angin, matahari, air, arus, dan sebagainya? Apa karena kurang menguntungkan dari segi “pendapatan” pribadi?” demikian Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) dalam petisi Selamatkan Pesut Mahakam dari kebisingan ponton batu bara.

Sampai, Rabu (2/3) petisi ini sudah ditanda tangani oleh 9.714 orang dan ditujukan kepada Presiden RI, Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dan Menteria Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak.

Di lain sisi, keberadaan Pesut Mahakam terus menerus diganggu oleh penguasa, sebagai salah satu satwa terlangka di Indonesia dan dunia, sudah menjadi kewajiban bersama bagi kita untuk benar-benar menjaganya, bukan sekedar lip service untuk memenangkan hati demonstran, kemudian dikhianati tak lama kemudian?

“Mari selamatkan Kalimantan, flora fauna Borneo, demi anak cucu dan menandatangani petisi ini untuk memohon penghentian transport ponton di anak-anak sungai Mahakam. Anda juga dapat tweet link petisi ini ke @jokowi, @bravonur, dan @susipudjiastuti dengan permohonan perhatian satwa endemik Kalimantan ini,” demikian ajakan dalam petisi tersebut (Enrico N. Abdielli)

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru