Sabtu, 15 Juni 2024

Dunia Multipolar Dalam Konferensi Keamanan Internasional Moskow: Situasi Di Taiwan dan Ukraina Mengkhawatirkan

Oleh: Denis Bolotsky

LEBIH dari 700 delegasi menghadiri Moscow Conference on International Security (MCIS),– Konferensi Moskow tentang Keamanan Internasional tahunan ke-10,– sebuah forum yang didedikasikan untuk stabilitas global dan regional.

MCIS tahun ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Anggota dari 53 delegasi tingkat tinggi resmi,– yang kebanyakan dari mereka adalah petinggi militer dan pakar keamanan,–berkesempatan mengadakan diskusi tentang topik geopolitik yang mendesak dari seluruh dunia.

Connie Rahakundini Bakrie dalam Forum MCIS di Moscow. (Ist)

Pakistan adalah salah satu dari 70 negara yang mengirim delegasi ke MCIS tahun ini. Menteri Pertahanan Pakistan, Muhammad Hilal Hussain membagikan kesannya tentang acara tersebut kepada Sputnik:

“Saya di sini tahun lalu juga dan Pakistan telah berpartisipasi secara teratur sejak 2014,” kata menteri pertahanan.

“Dan kami benar-benar senang dengan jenis topik yang dibahas di sini, jenis audiens yang kami dapatkan di mana kami dapat menyampaikan pesan kami.”

Sesi pertama konferensi dibuka oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, yang fokus pada beberapa topik dalam  pidato videonya tentang situasi di Ukraina dan Taiwan.

“Situasi di Ukraina menunjukkan bahwa Amerika Serikat sedang berusaha untuk mengakhiri konflik ini,” kata Vladimir Putin.

“Ini berlangsung dengan cara yang sama di tempat lain, yaitu dengan mengobarkan potensi konflik di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Seperti yang diketahui umum, AS baru-baru ini melakukan upaya lain yang disengaja untuk menyulut api dan menimbulkan masalah di Asia-Pasifik. Petualangan AS menuju Taiwan bukan hanya perjalanan oleh politisi yang tidak bertanggung jawab, tetapi bagian dari strategi AS yang berorientasi pada tujuan dan disengaja dirancang untuk mengacaukan situasi dan menabur kekacauan di kawasan dan dunia.”

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, yang menyambut para delegasi MCIS secara pribadi. Dalam pidatonya ia mengecam “based order” tatanan dunia yang coba ditegakkan oleh Barat di banyak wilayah. Bagian dari pidato Shoigu di konferensi itu juga adalah tentang situasi di Asia-Pasifik.

“Penolakan Barat terhadap penguatan dunia multipolar dapat dirasakan tidak hanya di Eropa, tetapi juga di Asia-Pasifik, di mana Amerika Serikat mulai meruntuhkan sistem kerja sama regional yang dibangun dalam kerangka ASEAN,” katanya.

“Itu dimulai dengan pengumuman oleh Inggris, Australia, dan AS tentang pembentukan AUKUS, serta rencana untuk memperluasnya dan mengundang mitra baru. Ada penggabungan antara AUKUS dan NATO. Dan NATO, pada gilirannya, sudah mengumumkan selama pertemuan puncak Juni bahwa mereka ingin mendominasi di kawasan Asia-Pasifik.”

Kekhawatiran Shoigu tentang tindakan Washington di Asia-Pasifik digaungkan juga oleh beberapa delegasi yang hadir MCIS.

Connie Rahakundini: Jangan Sentuh Taiwan

Connie Rahakundini Bakrie, seorang analis militer dan pertahanan dari Indonesia mengatakan kepada Sputnik bahwa kunjungan Nancy Pelosi baru-baru ini ke Taiwan dapat memicu perubahan serius, yang dapat mempengaruhi aliansi regional yang kuat, juga menempatkan ASEAN dalam bahaya.

“Saya yakin jika Taiwan didorong, ASEAN akan pecah, karena beberapa negara ASEAN adalah bagian dari FPDA (Five Power Defense Arrangements), yang merupakan rangkaian hubungan pertahanan antara Australia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris,” kata Bakrie.

“Jadi saya setuju dengan Presiden Putin ketika dia mengatakan jangan sentuh masalah Taiwan karena itu adalah bagian dari Kebijakan Satu China, dan kita tidak bisa berbuat apa-apa,”

Connie menghadiri konferensi MCIS tahun ini yang diselengarakan di Taman Patriot di luar Moskow. Dia mengatakan dia khawatir bahwa wilayah asalnya di Asia Pasifik mungkin berubah menjadi “zona bahaya” karena beberapa kebijakan aliansi yang didukung barat seperti FPDA, QUAD, AUKUS yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Selain Asia-Pasifik, delegasi MCIS juga membahas aspek regional keamanan global di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin dalam tiga sesi pleno lainnya.

MCIS telah diadakan setiap tahun sejak 2012, diadakan bersamaan dengan ARMY Military and Technical Forum.

Penyelenggara dua acara secara bersamaan tersebut adalah Kementerian Pertahanan Rusia dan para produsen senjata negara itu.

Rusia tidak hanya menyelenggarakan diskusi tingkat tinggi tentang masalah keamanan internasional, tetapi juga untuk menawarkan pandangan Rusia dalam hal sistim pertahanan-keamanan dan peralatan militer dengan berbagai demonstrasi jet, tank, dan UAV statis yang berlangsung tepat di sebelah konferensi MCIS berlangsung.

* Tulisan ini diterbitkan Sputniknews.com dengan judul ‘Multipolar World, Ukraine & Taiwan Dominate Agenda at Moscow Int’l Security Conference’ dan diterjemahkan oleh Bergelora.com atas ijin penulis.

** Penulis Denis Bolotsky adalah koresponden khusus Sputnik yang menulis tentang kebijakan luar negeri Rusia, serta politik Kanada, Belanda, dan Belgia dan berbagai topik lainnya. Denis Bolotsky sekarang berbasis di Moskow.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru