Senin, 24 Juni 2024

EMANG BISA..? Kriminolog Usul Sekolah yang Siswanya Terlibat Tawuran Ditutup Tiga Tahun

JAKARTA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mengusulkan agar pemangku kebijakan membuat keputusan agar sekolah yang siswanya kerap kali tawuran berhenti menerima siswa baru selama tiga tahun.

Hal tersebut diungkapkan Adrianus saat hadir dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (28/8/2023) tentang penyiraman air keras terhadap enam pelajar SMP di Kamal Muara.

“Sekolah yang punya masalah dengan tawuran, itu satu periode selama tiga tahun tidak lagi menerima siswa, dari kelas satu sampai kelas dua dan tiga,” kata Adrianus.

Menurut Adrianus, pemutusan regenerasi sekolah perlu dilakukan karena tidak sedikit tawuran di sejumlah wilayah terjadi karena adanya cerita di masa lalu yang terus diulang dan dinarasikan sehingga menjadi suatu yang emosional.

“Cerita itu bisa dipotong, itu mesti dihapuskan,” tegas Adrianus. Dengan adanya kebijakan tersebut, Adrianus berpandangan, sekolah yang tadinya bermasalah dengan tawuran akan diisi dengan angkatan baru yang tidak lagi menerima narasi di masa lalu.

“Tidak lagi menerima legenda itu, tidak lagi menerima cerita itu, tidak ada lagi pihak yang menarasikan bahwa, ‘sekolah itu musuh kita ya, layak untuk kita kejar dan cari dia’,” imbuh Adrianus.

Meski begitu, Adrianus menyadari bahwa kebijakan tersebut memerlukan pertimbangan yang matang.

“Tentunya (ini menjadi) suatu wacana yang menarik untuk dikaji oleh para pemangku kebijakan,” tutur Adrianus.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan selain hal tersebut, Adrianus mengusulkan agar pihak kepolisian memetakan sejumlah titik yang menjadi rawan tawuran.

“Pemetaan berbasis lokasi, berbasis data, di mana tawuran terjadi dan siapa kelompoknya, ada polanya,” ujar Adrianus. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru