Sabtu, 25 April 2026

ENG ING EEEENG…! Corona Menyebar, Wall Street Rontok Dalam 6 Hari Beruntun

Pialang Wall Street bengong melihat kejatuhan nilai saham di Wall Street Amerika Serikat. (Ist)

JAKARTA – Indeks utama Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) untuk sesi keenam beruntun, dengan S&P 500 mengonfirmasikan koreksi tercepat dalam sejarah ketika penyebaran global yang cepat dari Virus Corona meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.

S&P 500 berakhir 12 persen di bawah rekor penutupan 19 Februari, menandai koreksi tercepatnya hanya dalam enam hari perdagangan. Rekor sebelumnya adalah sembilan hari pada awal 2018, menurut analis Indeks S&P Dow Jones Howard Silverblatt.

Dow mencatat rekor penurunan poin satu hari, yang juga merupakan penurunan 1.000 poin keempat dalam sejarah dan yang kedua minggu ini.

Ketiga indeks utama AS juga berada di jalur untuk penurunan mingguan tertajam sejak krisis keuangan global, karena infeksi baru yang dilaporkan di seluruh dunia melampaui yang terjadi di daratan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.190,95 poin atau 4,42 persen, menjadi ditutup di 25.766,64 poin. Indeks S&P 500 merosot 137,63 poin atau 4,42 persen, menjadi berakhir di 2.978,76 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup jatuh 414,30 poin atau 4,61 persen, menjadi 8.566,48 poin.

Dow berakhir 12,8 persen di bawah rekor penutupan 12 Februari dan Nasdaq ditutup 12,7 persen di bawah penutupan tertinggi 19 Februari.

Semua dari 11 sektor S&P ditutup lebih rendah dengan sektor real estat, teknologi dan energi semuanya kehilangan lebih dari lima persen. Kinerja terbaik adalah sektor kesehatan dan industri, yang semuanya ditutup lebih dari tiga persen.

Indeks Arca Airline NYSE berakhir turun 5,7 persen di tengah kekhawatiran tentang gangguan perjalanan di seluruh dunia, sedangkan indeks Philadelphia SE Semiconductor, yang meliputi saham yang terpapar China, jatuh 4,7 persen.

Pemerintah yang memerangi epidemi dari Iran hingga Australia menutup sekolah, membatalkan acara besar dan menambah persediaan medis. Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Rabu malam (26/2/2020) mengonfirmasi infeksi yang tidak diketahui asalnya di California.

Sementara penjualan mereda untuk sementara waktu selama sesi, kerugian S&P semakin cepat dalam satu jam terakhir perdagangan menjadi berakhir pada level terendah sesi, mencatat persentase kerugian satu hari terbesar sejak 18 Agustus 2011.

“Jalur bencana ini tidak diketahui, karena itu Anda tidak bisa mengetahui dampak ekonomi. Anda dapat melempar dadu tetapi itu dugaan,” kata Direktur Perdagangan Performance Trust Capital Partners,  Brian Battle di Chicago.

Tetapi Peter Jankovskis, co-chief investment officer di OakBrook Investments LLC di Lisle, Illinois, mendesak agar berhati-hati.

“Orang-orang beranjak dari mengatakan ini bukan peristiwa untuk mengatakan ini adalah akhir dunia. Ada ruang untuk jalan tengah,” kata Jankovskis, yang menyarankan memilih taruhan defensif.

“Virus ini akan menyebar tetapi itu tidak berarti bahwa itu akan membuat seluruh dunia terhenti,” katanya.

Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai indeks rasa takut, berakhir dekat tertinggi sesi, naik 11,60 poin pada 39,16, level tertinggi sejak Februari 2018.

Analis dan ekonom industri terus membunyikan tanda bahaya ketika mereka menilai dampak wabah, dengan Goldman Sachs mengatakan perusahaan-perusahaan AS tidak akan menghasilkan pertumbuhan laba pada 2020.

Microsoft Corp, penekan terbesar di S&P, turun hampir tujuh persen setelah memperingatkan kelemahan dalam bisnis PC karena gangguan rantai pasokannya akibat Virus Corona, menggemakan pernyataan serupa dari Apple Inc dan HP.

Dalam sesi perdagangan tersibuk setidaknya sejak Juli 2014, menurut data dari Refinitiv, 15,63 miliar saham berpindah tangan di bursa AS pada Kamis (27/2/2020) dibandingkan dengan rata-rata 8,67 miliar untuk 20 sesi terakhir.

 

Bursa Hong Kong Anjlok

Kepada Bergelora.com juga dilaporkan, bursa Saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) jatuh 1,98 persen atau 529,56 poin, menjadi diperdagangkan di 26.249,06 poin. Indeks Hang Seng menguat 0,31 persen atau 82,13 poin menjadi 26.778,62 poin pada penutupan perdagangan Kamis (27/2/2020), dengan nilai transaksi mencapai 110,47 miliar dolar Hong Kong (sekitar 14,18 miliar dolar AS). (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles