Minggu, 3 Maret 2024

Eva Bande Dukung Perjuangan Rakyat Pulau Padang

JAKARTA- Aktivis agraria Eva Bande menyatakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat di Pulau Padang, Riau melawan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) yang hari ini menghadang peralatan berat menghancurkan ladang-ladang rakyat di Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau.

 

Dukungan tersebut disampaikan Eva Bande dari Lombok kepada Kepala Desa Lukit, Nurhadi di Pulau Padang.

“Saya Eva Bande dari Sulawesi Tengah, sungguh saya salut dan bangga atas perjuangan bapak dan saudaraku petani warga Desa Lukit, Pulau Padang Riau,” ujarnya dalam SMS yang diteruskan kepada Bergelora.com di Jakarta Senin (29/12).

Eva bande mengatakan sangat jarang ada pemimpin desa yang mengawal dan membela persoalan rakyat yang ditindas.

“Pemimpin yang mengawal sendiri persoalan rakyatnya, sungguh langka dizaman ini. Terimalah salam hormat dari saya, Tuhan pasti menunjukkan keadilannya kepada Bapak saudara kita para petani yang terzalimi,” ujarnya.

Menurutnya upaya menghadang alat berat dari perusahaan RAPP yang akan menghancurkan ladang-ladang milik masyarakat hari ini menunjukkan kesadaran yangg kuat akan hak-hak dasar manusia dan kewarganegaraan yang hakiki.

“Kedaulatan milik rakyat, rebutlah dengan kekuatan kita sendiri, karena hanya itu yang paling mungkin dilakukan ketika negara tak berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Babat Hutan

Sejak bulan September 2014 lalu PT RAPP mulai membabat hutan yang berada di lahan milik masyarakat.  Untuk meredam tindakan PT RAPP, warga Pualau Padang, khususnya warga Kelurahan Bagan Melibur kembali masuk hutan mempertahankan milik mereka.

“Ya, untuk menjaga kampung kami ini, kami kembali masuk hutan lagi. RAPP sudah keterlaluan, beberapa kali ada perjanjian, namun mereka  sepertinya tidak peduli. Bahkan pada bulan Ramadhan kemarin, bos RAPP dari Singapura datang ke kampung ini, dan disepakati bahwa Desa Bagan Melibur tidak masuk kawasan opresional RAPP, namun nyatanya, RAPP masih menggarap kawasan di Bangan Melibur,” demikian Ma’in kepada riaukepri.com september lalu.

Ma’in menambahkan, RAPP cerdik membabat lahan warga. Hal ini disampaikan Ma’in disaat konsentrasi warga menghadang di perbatasan dengan Desa Lukit, pekerja RAPP membabat pula di kawasan lain.

“Sebenarnya warga sudah lelah, namun kampung ini harus tetap dipertahankan. Kesepakatan-kesepakatan terus saja dibuat, namun pihak RAPP terus saja melanggarnya. Kami berharap pemerintah Riau dapat menyelesaikan masalah ini,” ujar Ma’in penuh harap.

Senada dengan Ma’in, Aris Fadilah juga merasakan hal ini. Kebun miliknya yang masuk kawasan Kelurahan Telukbelitung juga digarap RAPP. Padahal, kata Aris, kawasan Kelurahan Telukbelitung tidak masuk kawasan operasional RAPP.

“RAPP ini sudah melampau. Kita di kampung ini dianggap tidak ada. Mereka dengan semena-mena menggarap lahan milik kita. RAPP sangat licik, kesepakatan yang dibuat selalu dilanggarnya,” ucap Aris dengan nada emosi. (Web Warouw)

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru