Selasa, 12 Mei 2026

FASILITAS PENDIDIKAN LENGKAP..! IKN Siap Sambut Siswa Baru 2026: Dari SMA Taruna Nusantara hingga Sekolah Internasional

NUSANTARA- Keraguan para Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai ketersediaan fasilitas pendidikan bagi anak-anak mereka di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini terjawab. Otorita IKN (OIKN) memastikan ekosistem pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan siap beroperasi secara fisik maupun fungsional pada tahun ajaran baru 2026.

Pembangunan pusat keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) di jantung Kalimantan Timur ini dibuktikan dengan hadirnya institusi pendidikan ternama, mulai dari sekolah nasional unggulan hingga lembaga pendidikan bertaraf internasional.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa kesiapan operasional mencakup seluruh jenjang pendidikan. Hal ini menjadi prioritas karena sektor pendidikan merupakan variabel penentu bagi ASN, TNI, dan Polri sebelum memutuskan untuk memboyong keluarga mereka pindah ke ibu kota baru.

“Bidang pendidikan di IKN sudah mulai siap untuk mendukung pemukiman Ibu Kota Nusantara,” ungkap Suwito.

Salah satu yang menjadi primadona adalah SMA Taruna Nusantara. Sekolah yang terkenal dengan disiplin tinggi dan prestasi akademik ini dipastikan siap menerima angkatan pertama di IKN. Selain itu, Sekolah Garuda dan Sekolah Terpadu Kementerian Agama juga hadir untuk melengkapi pilihan kurikulum nasional bagi para penghuni IKN.

Tak hanya kurikulum nasional, IKN juga menarik minat lembaga pendidikan global. Kemajuan signifikan terlihat pada empat lembaga yang telah melakukan groundbreaking, diantaranya Nusantara Intercultural School (NIS), Australian Independent School (AIS), Al-Azhar Summarecon dan Sekolah Bina Bangsa.

Di sisi lain, pemerintah berkomitmen agar tidak terjadi gangguan kualitas antara fasilitas baru dan sekolah yang sudah ada. Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, Menyebutkan bahwa ada pendampingan mutual terhadap 43 sekolah yang ada di wilayah sekitar IKN.

“Langkah ini untuk memastikan tidak ada kesenjangan kualitas antara penduduk lama dan pendatang. Pelayanan dasar adalah hak konstitusional dan kunci agar ASN bisa bekerja dengan tenang,” tutur Troy.

Potret Kemegahan Masjid Negara IKN

Masjid Negara IKN. (Ist)

Kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (24/2) dilaporkan sebelumnya, suasana Ramadan mulai terasa di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur memadati Masjid Negara IKN untuk melaksanakan salat tarawih perdana 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Rabu (18/2/2026).

Kehadiran mereka menandai mulai hidupnya ruang ibadah yang menyatukan masyarakat di ibu kota baru. Jamaah yang datang dari beragam latar belakang memenuhi area masjid sejak waktu Isya.

Masjid Negara IKN pun tampak menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat yang menyambut bulan suci.

Tarawih pertama ini menjadi momentum dalam membangun kehidupan spiritual di Nusantara. Selain shalat berjamaah, kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang mengajak umat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang lurus.

Dalam ceramahnya, Ustad Irfan Rosady yang merupakan dai Kementerian Agama Kalimantan Timur mengingatkan pentingnya memperbaiki niat dalam menjalani kehidupan dan ibadah.

“Perbaikilah niat kita. Karena bila salah kita dalam menjalankan kehidupan dan beribadah, maka bersiaplah kita terjerumus dalam lembah penghinaan, maka dari itu kita mantapkan dan luruskan niat dalam menjalankan Ramadan,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (19/02/2026).

Kata Warga

Masjid Negara IKN Nusantara. (Ist)

Salah satu jamaah, Shakira, warga Sepaku, mengaku merasakan kenyamanan saat beribadah di Masjid Negara IKN.

“Saya sangat antusias beribadah di Masjid Negara. Saya tidak menyangka masjid negara semegah ini,” ucap Shakira.

Tarawih perdana ini tidak hanya menjadi awal rangkaian ibadah Ramadan, tetapi juga memperkuat peran Masjid Negara sebagai titik temu spiritual dan sosial bagi masyarakat yang mulai menata kehidupan di ibu kota masa depan Indonesia.

Arsitektur Masjid Negara

Masjid Negara IKN dirancang untuk tidak sekadar berdiri tegak, tetapi juga “berbicara”.

Dengan kemajuan pembangunan yang tinggal menghitung hari menuju tuntas, visualiasi masjid ini mulai menunjukkan kemegahan interior dan eksteriornya.

Berdiri megah di dekat kawasan Istana Wakil Presiden (Wapres), masjid ini diproyeksikan menjadi plaza edukasi keagamaan.

Struktur kubahnya tidak kaku seperti pakem tradisional, melainkan mengadopsi lekuk yang lebih organik, menyatu dengan konsep bangunan lain di sekitarnya.

Masjid ini dirancang untuk menjadi ikon baru dunia Islam dengan desain yang mendobrak pakem kubah tradisional.

Masjid Negara IKN Nusantara. (Ist)

Dirancang mampu menampung hingga 61.000 jemaah secara keseluruhan, dengan struktur berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar dan bangunan mencapai 61.596 meter persegi. Kawasan ini dikelilingi oleh area retensi air (embung) sehingga masjid seolah terapung.

Berbeda dengan kubah setengah bola, atap Masjid Negara berbentuk lipatan-lipatan melingkar yang menyerupai surban.

Secara teknis, ini menggunakan material komposit yang ringan namun sangat kuat terhadap cuaca tropis Kalimantan.

Selain itu, terdapat Menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengeras suara, tetapi juga memiliki gardu pandang untuk melihat lanskap IKN.

Masjid Negara IKN dilengkapi fitur ramah lingkungan dengan sistem ventilasi alami yang memanfaatkan angin dari hutan sekitar.

Masjid Negara IKN Nusantara. (Ist)

Pemanfaatan pencahayaan alami dirancang secara maksimal melalui celah-celah geometris di atap, dan sistem pengolahan air wudhu untuk penyiraman taman (water recycling).

Fasilitas pendukung lainnya yakni ruang pertemuan, perpustakaan digital, serta area komersial UMKM yang terintegrasi dengan Plaza Edukasi Keagamaan. (Des/Web)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles