JAKARTA- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons pelaporan dirinya ke Komnas HAM terkait program pendidikan barak militer bagi anak-anak dan remaja dengan sikap terbuka dan ajakan kolaboratif.
Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian, kritik, saran, hingga tuduhan atas kebijakan tersebut.
Dedi mengakui bahwa pelaporan itu merupakan risiko dari upayanya membentuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di Jawa Barat.
“Saya yakin seluruh kritik, saran dan pelaporan itu didasarkan pada concern dan keberpihakan pada anak-anak dan remaja di Jawa Barat,” kata Dedi dalam video di media sosial dikutip Bergelora.com di Jakarta Minggu (11/5)
Ajak Kolaborasi
Alih-alih defensif, Dedi justru mengajak pihak-pihak yang peduli terhadap hak anak untuk turut berperan dalam menangani persoalan anak-anak berperilaku khusus atau istimewa.
“Kami dengan tangan terbuka mengajak untuk bersama menyelesaikan,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak seperti yayasan, lembaga pendidikan, rumah tinggal, hingga kantor pengacara untuk ikut mendidik anak-anak tersebut.
Saat ini, Dedi mengungkapkan, banyak anak telah didaftarkan orangtua mereka ke Dinas Pendidikan provinsi maupun kota/kabupaten dan sedang menunggu giliran mengikuti pendidikan di barak militer.
“Agar tugas pemprov dan gubernur, wali kota, bupati ringan, saya sangat berharap bapak dan ibu untuk menerima anak-anak ini, (silakan) dididik, diarahkan dengan pola yang dimiliki bapak ibu semua yang jauh lebih baik dibanding dengan pola yang kami miliki,” jelasnya.
Dedi menambahkan, jika semua pihak yang berpihak pada anak mau menerima, merawat, menjaga, dan mendidik mereka, maka beban pemerintah daerah akan lebih ringan.
“Saya bisa terkonsentrasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lain,” katanya.
Menurut Dedi, penyelesaian masalah anak-anak berperilaku khusus tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.
“(Pihak terkait) Yang tinggal di Depok selesaikan (permasalahan anak berperilaku khusus) di Depok, yang tinggal di Bekasi selesaikan yang di Bekasi, yang tinggal di Kota Bandung selesaikan yang di Kota Bandung. Tugas akan selesai manakala ditanggung secara bersama,” tutup Dedi. (Enrico N. Abdielli)

