JAKARTA – Pemerintah terus mematangkan persiapan pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), yang digadang-gadang menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Ni Komang Rasminiati mengatakan, saat ini pemerintah sedang memperbarui dokumen studi kelayakan atau feasibility study (FS) Tol Getaci sebelum dilelang kembali.
Selain itu, sejumlah dokumen lain juga tengah disiapkan, mulai dari analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), izin lingkungan, analisis dampak lalu lintas (Andalalin), hingga dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT).
Ia mengungkapkan, proyek Tol Getaci memperoleh dukungan berupa Project Development Facility (PDF) dari Kementerian Keuangan.
“Nanti Kementerian Keuangan yang akan menugaskan kepada BUMN di bawahnya Kementerian Keuangan untuk melaksanakan penyiapan dokumen-dokumen atau penyiapan proyek tadi,” kata Komang dikutip Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Makan Waktu 2 Tahun
Komang menambahkan, dukungan PDF diharapkan mencakup seluruh tahapan, mulai dari penyiapan hingga proses transaksi atau pelelangan proyek.
“Harapannya fasilitas PDF ini diberikan dari tahap penyiapan sampai tahap transaksi atau tahap lelangnya. Nah, ini diperkirakan kurang lebih akan memerlukan waktu 2 tahun,” ujarnya.
Untuk diketahui, Tol Getaci sebelumnya telah memiliki Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), namun prosesnya berakhir sebelum proyek dapat direalisasikan
Sebelumnya, Konsorsium BUMN-Swasta PT Jasamarga Gedebage Cilacap yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Kemitraan PT Daya Mulia Turangga-Gama Group-PT Jasa Sarana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, telah menjadi pemenang tender proyek Tol Getaci. Namun, Konsorsium BUMN tersebut mundur karena masalah restrukturisasi salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Rencana awalnya Tol Getaci sepanjang 206,65 kilometer membentang sampai Cilacap dan akan mulai dibangun pada akhir tahun 2022.
Tol Gilimanuk-Mengwi Akan Diubah Lingkup Proyeknya
Sementara itu, untuk proyek Tol Gilimanuk-Mengwi, Kementerian PU telah melakukan peninjauan ulang terhadap studi kelayakan guna melihat kembali prospek proyek tersebut.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan rescoping atau penyesuaian lingkup proyek.
Pada rencana awal, jalan tol ini membentang dari Gilimanuk hingga Mengwi dengan panjang sekitar 90 kilometer.
“Nah ini nanti akan dilakukan rescoping, mengubah targetnya mungkin arahnya nanti hanya dari Pekutatan sampai dengan Mengwi. Pekutatan-Soka-Mengwi sekitar kurang lebih 42 kilometer,” kata Komang.
Menurut dia, pengurangan lingkup proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat kelayakan investasi karena kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) menjadi lebih rendah.
Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan peninjauan kembali dokumen Amdal, izin lingkungan, dan Andalalin. Adapun pembaruan studi kelayakan untuk proyek tersebut telah dilakukan pada 2025.
Komang berharap setelah seluruh dokumen penyiapan rampung, proyek Tol Getaci maupun Tol Gilimanuk-Mengwi dapat segera memasuki tahap pelelangan untuk pengusahaan jalan tol. (Calvin G. Eben-Haezer)

