Sabtu, 24 Februari 2024

Gawat! Bus Tak Layak Jalan Dipakai Untuk Jambore Nasional Ke Cibubur

PAYAKUMBUH– Para orang tua dan wali murid yang melepas anak-anaknya berangkat ke Cibubur untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) X 2016 perwakilan kota Payakumbuh mengaku kecewa. Hal itu disebabkan bus yang digunakan untuk membawa anak-anak mereka dinilai tak layak jalan.

Selepas upacara pelepasan kontingen Jamnas Kota Payakumbuh yang digelar di Medan Bapaneh Ngalau Indah, Selasa pagi (9/8), para orang tua tersebut langsung menyambangi Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi MT. Mereka merasa keberatan jika bus yang mengangkut anak-anak mereka ke Jakarta ternyata bus yang terlihat tak layak jalan.

“Janjinya dulu bus Pariwisata. Tapi ini hanya tulisannya saja yang pariwisata. Busnya ini angkutan Payakumbuh – Bukittinggi. Kita tak kuat melepas anak kita berjalan jauh ke Jakarta dengan bus yang seperti ini,” papar salah seorang orang tua, Yon kepada wartawan.
“Pendakian keluar dari Ngalau ini saja, busnya sudah ngos-ngosan. Apalagi mau sampai ke Jakarta. Kontingen Lima Puluh Kota saja berangkatnya dengan pesawat. Tolonglah, Kota Payakumbuh masa tak bisa menyediakan bus yang layak,” tambah orang tua lainnya, Dasril.

Kepada Bergelora.com dilaporkan bahwa, Kadis Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Parpora) Kota Payakumbuh Syahnadel Khairi S. Pd mengaku tak bisa berbuat banyak. Dari anggaran sebesar Rp 38 juta yang disediakan Dinas Pariwisata, hanya itulah armada yang bisa ia dapatkan.

“Untuk mendapatkan dua bus ini saja Rp 40 juta. Saya terpaksa menomboki Rp 2 juta dengan dana pribadi saya. Kalau tidak, tidak jadi anak-anak kita berangkat. Jadi tidak ada permainan anggaran dan sebagainya,” jelasnya menenangkan protes dari para orang tua peserta Jamnas.

Kendati demikian, para wali murid yang anaknya akan mengikuti Jamnas mengharap agar bus tersebut hanya sampai di Dhamasraya saja. Sebelum peserta Jamnas akan mengikuti gelaran Jamnas X di Cibubur 14 – 21 Agustus 2016, mereka terlebih dahulu akan melakukan serangkaian acara se Sumatera Barat yang bertempat di Dhamasraya.
“Cukup sampai di Dhamasraya saja. Kalau ke Jakarta, jangan bus yang seperti itu yang dipakai. Kalau Pemda tidak ada dana, kami para orang tua siap patungan lagi. Kasihan anak-anak kita. Mereka akan membela Nama Payakumbuh di sana. Kalau bus seperti itu, mereka pasti kelelahan bahkan sakit,” harap Yon. (Antares)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru