Rabu, 19 Juni 2024

Guruh Soekarnoputra: Orde Baru itu Antek Barat!

JAKARTA– Ditengah riuh rendah pencalonan presiden 2014, mulai terlihat konsolidasi dan kebangkitan pendukung-pendukung Orde Baru yang akan merebut kembali kekuasaan Orde Baru yang sudah ditumbangkan mahasiswa dan rakyat pada tahun 1998.

“Orde Baru itu hanya antek Barat. Kita mau mandiri, koq malah mau kembali ke Orba,” ujar Guruh disambut tepuk tangan hadirin, ketika berkunjung ke markas Relawan Jokowi Bara JP Kamis (12/6) malam.

Menurutnya rakyat harus mendukung Jokowi sebab hanya dia yang diyakini bisa memperbaiki keadaan bobrok sekarang ini. Kembalinya era orang-orang yang menamakan diri sebagai penerus Orde Baru, harus dicegah.

“Kedua capres kita sama-sama mengklaim diri sebagai pengikut Bung Karno. Tetapi ada capres yang mengatakan dirinya penerus Soekarno, tetapi nada-nadanya akan menghidupkan jaman Orde Baru,” ujarnya.

Guruh mengatakan, Jokowi yang sederhana dan merakyat, sungguh didambakan masyarakat. Ini, karena kinerja Jokowi selama ini memuaskan masyarakat.

Putra Proklamator Soekarno ini mengutarakan, pemerintahan Jokowi yang akan datang harus berhenti mengelalabui perjuangan Bung Karno.

“Sampai sekarang Bung Karno belum dinobatkan sebagai Bapak Bangsa, padahal Bung Karno sudah berjuang luar biasa,” ujarnya.

Mengenai kondisi sekarang ini, Guruh memberi tiga catatan. Pertama, amandemen UUD 1945 yang sudah empat kali, malah kebablasan. Esensi UUD 1945 yang asli malah hilang, amandemen membuat Indonesia menjadi negara liberal.

Kedua, Orde Baru sesungguhnya adalah sebutan terhadap diri sendiri, oleh orang-orang yang menjatuhkan Bung Karno. Sebaliknya, istilah Orde Lama hanya istilah yang diciptakan oleh orang-orang yang merasa dirinya sebagai Orde Baru. Jadi kedua istilah bukan dalam pengertian yang ilmiah.

“Maka kita harus kembali meniupkan sangkakala revolusi, genderang revolusi harus kita tabuh, agar kembali ke semangat Bung Karno ketika mendirikan Indonesia. Revolusi belum selesai,” kata Guruh disambut tepuk tangan.

Catatan ke tiga dari Guruh adalah status Bung Karno yang belum menjadi Bapak Bangsa. Seharusnya, sebagai orang yang sudah banyak berjasa bagi negeri ini, Soekarno layak menjadi Bapak Bangsa. Pemerintah harus berhenti mengelabui sejarah. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru