JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memamerkan beberapa keberhasilan besar pembentukan BPI Danantara, salah satu keberhasilannya beberapa BUMN berubah jadi untung dari awalnya merugi.
“Dan yang saya kaget adalah turn around-nya cepat sekali. Hampir semua BUMN kan rugi, tiba-tiba untung,” ujar Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab, Kamis (17/9/2026).
PT Timah misalnya, Prabowo mendapatkan laporan keuntungan perusahaan telah naik 9 kali lipat secara tahunan pada semester I-2026. “Tiba-tiba tadi PT Timah itu dalam satu semester cuan, keuntungannya semester pertama 2026 itu 9 kali dibandingkan semester I-2025,” ujar Prabowo.dikutip Bergelora.com di Jakarta, Jumat (18/9)
Bukan cuma Timah, Prabowo juga memaparkan ada enam BUMN lainnya yang mengalami peningkatan keuntungan besar pada semester 1 2026 secara tahunan. Mulai dari PT Semen Indonesia yang keuntungannya naik 408%, PT Pupuk Indonesia naik 252,8%, PT Pertamina naik 86%, PT Pegadaian naik 84,4%, PT Pelabuhan Indonesia naik 60,4%, dan PT Perkebunan Nusantara naik 54,4%.
“Coba semua cek deh berapa tahun dia rugi, luar biasa prestasinya petinggi Danantara. Jadi, kalau niat benar, leadership benar, mereka tuh kerja dan mereka hasilkan,” ujar Prabowo.
Melihat potensi peningkatan keuntungan yang besar, Prabowo memberikan target ambisius kepada Danantara untuk mencatatkan dividen sampai Rp 200 triliun tahun ini. Apalagi dia juga mengungkapkan pertumbuhan dividen Danantara juga sangat meyakinkan. Dia bilang pada 2024 dividen cuma Rp 53 triliun, naik menjadi Rp 138 triliun di 2025, dan tahun ini wajar saja diberikan target sampai Rp 200 triliun.
“Targetnya kita akhir tahun ini Rp 200 triliun dividennya, setelah dikurangi PMN ya. Jadi saya percaya kita bisa turn around negara ini dalam waktu cepat, tinggal masalah manajemen,” papar Prabowo.
Danantara Keberatan Setor Rp 120 Triliun ke Negara
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya akan berbicara dengan Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Suahasil Nazara terkait setoran keuntungan (dividen) Rp 120 triliun ke negara.
Pasalnya, Danantara sebelumnya disebut eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa keberatan untuk menyetorkan keuntungan itu.
“Ya nanti kita akan bicara semua lah ya. Tapi ini kan baru, nanti kita akan bicara dengan Kementerian Keuangan, dengan Pak Menkeu pada minggu ini saya kira,” ujar Rosan di Istana, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Diketahui, Purbaya sempat mengungkap Danantara masih keberatan dengan rencana penyetoran sebagian keuntungan kepada negara sebesar sekitar Rp 120 triliun.
Purbaya mengatakan, pihak Danantara bahkan mengaku tidak mengetahui adanya rencana setoran tersebut.
“Ah dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu. Tapi itu perintah presiden. Danantaranya yang janji ke Presiden,” sebut Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Meski Danantara masih keberatan, Purbaya memastikan kontribusi tersebut tetap akan masuk ke kas negara.
“Kita masih punya sumber-sumber lain yang kita bisa manfaatkan sebagai sumber pemasukan baru. Salah satu yang agak kelihatan dari jauh, kelihatannya Danantara tuh, kita akan masukin ke PNBP situ. Walaupun mereka masih protes, tapi perintah Bapak Presiden, sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah,” jelas Purbaya.
Menurut Purbaya, dana tersebut ditargetkan menjadi tambahan buffer fiskal pemerintah pada tahun ini.
Adapun nilai setoran yang direncanakan tetap sekitar Rp 120 triliun. Saat ditanya mengenai sumber dana tersebut, Purbaya mengatakan kontribusi itu berasal dari keuntungan Danantara.
Namun, ia belum memastikan apakah nantinya akan diberikan dalam bentuk dividen.
“Dari keuntungan. Mungkin (dividen), saya nggak tahu nanti, yang janji kan Pak Rosan ke bapak presiden. Saya terima aja, kan enak,” tutup Purbaya. (Web Warouw)

