Minggu, 10 Mei 2026

INI GEJALANYA..! Kasus Hantavirus Tersebar di 9 Provinsi, Terbanyak di DKI

JAKARTA-  Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus hantavirus jenis seoul virus dalam tiga tahun terakhir. Dari 23 yang terpapar, tiga di antaranya meninggal dunia. Case fatality rate (CFR) relatif tinggi dengan angka 13 persen.

Pada 2026, terdapat tambahan lima kasus. Selebihnya, pasien sudah dinyatakan sembuh. Terbanyak di DKI, berikut sebaran wilayahnya:

  1. Sumatera Barat: 1 kasus
  2. Banten: 1 kasus
  3. DKI Jakarta: 6 kasus
  4. Jawa Barat: 5 kasus
  5. Jawa Timur: 1 kasus
  6. DIY: 6 kasus
  7. NTT: 1 kasus
  8. Kalimantan Barat: 1 kasus
  9. Sulawesi Utara: 1 kasus

Siapa yang Berisiko Tertular?

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman mengungkap mereka yang bekerja sebagai petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga pekerja lab yang menangani reservoir, karena kerap melakukan kontak langsung dengan tikus.

Pasalnya, penularan bisa terjadi melalui gigitan, eksresi dan sekresi atau saliva, urine, fees, sampai aerosol penularan dari menghirup debu yang terkontaminasi.

Meski begitu, Aji menekankan sejauh ini belum ada Hantavirus yang menular antarmanusia di Indonesia, seperti yang terlaporkan pada kapal pesiar mewah MV Hondius, yakni jenis Andes virus.

Sebagai catatan, Andes Virus bisa memicu gejala sesak napas dengan masa inkubasi lebih panjang sampai 17 hari, dengan angka kematian lebih tinggi.

Meski begitu, Aji memastikan 20 pasien saat ini sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasa. Sementara tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia dengan riwayat koinfeksi penyakit lain termasuk kanker hati dan kegagalan multiorgan.

Aji mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tempat berisiko tinggi penularan Hantavirus seperti berikut:

  • Gedung lama
  • Area terbengkalai
  • Ruang bawah tanah
  • Wilayah dengan populasi tinggi tikus

Ia menyebut penularan bisa terjadi melalui reservoir, dalam hal ini tikus dan celurut yang terinfeksi. Bahkan, bisa terjadi saat tidak sengaja menghirup debu yang terkontaminasi virus, atau kontak dengan urine, saliva, feses, hingga gigitan hewan tersebut.

Penularan antarmanusia juga bisa terjadi, tapi terbatas pada Hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang memicu gejala sesak napas dengan angka kematian bisa mencapai 60 persen.

Aji menekankan penularan tipe ini mewabah terbatas di wilayah tertentu, misalnya Amerika Selatan.

Ini Gejalanya

Rata-rata gejala baru muncul pasca satu hingga dua minggu terpapar. Gejalanya relatif lebih ringan dibandingkan jenis Hantavirus lain, seperti yang mewabah di kapal pesiar MV Hondius yakni Andes Virus.

“Mereka gejalanya demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, dan jaundice yakni tubuh menguning,” demikian konfirmasi Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, Jumat (8/5/2026).

Sebagai catatan, Andes Virus bisa memicu gejala sesak napas dengan masa inkubasi lebih panjang sampai 17 hari, dengan angka kematian lebih tinggi.

Penyakit ini kerap sulit dikenali karena gejalanya menyerupai penyakit lain. Pasien sering mengira mereka terkena demam berdarah, tifoid, atau leptospirosis.

Gejala awalnya berupa demam, nyeri otot, mual, dan kelelahan. Jika kondisi memburuk, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan akut yang fatal.

Hingga kini, belum tersedia vaksin atau terapi antivirus spesifik untuk hantavirus. Padahal, pada beberapa jenis tertentu, tingkat kematiannya dilaporkan bisa mencapai 50 persen.

Pencegahan

Langkah pencegahan utama yang bisa dilakukan adalah dengan memutus rantai kontak dengan tikus atau celurut. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar menjadi kunci agar tidak menjadi sarang hewan pengerat.

Saat ini, pemerintah terus melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), mengawasi pelaku perjalanan dari negara terjangkit, serta menggalakkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles