Minggu, 3 Mei 2026

INSPIRATIF NIH…! Guru Besar UI: Dari Pada Jadi Agen Vaksin Yang Gak Pasti Aman, Mending Kembali Produksi Masker Batik Yang Aman Penularan

JAKARTA- Guru besar Universitas Indonesia (UI), Profesor Ronnie H Rusli membuat pernyataan yang mengejutkan soal vaksin Covid-19.

Prof Ronnie H Rusli mengatakan dari pada Indonesia menjadi agen vaksin, lebih baik buat masker N95-N99.

Ia pun mengusulkan untuk membuat masker N95-N99 dengan motif batik dan semua jenis kain budaya Indonesia.

“Kalau ada perusahan di Indonesia yg buat masker N95-N99 dengan motif batik, dan semua jenis kain budaya Indonesia pasti laku keras daripada jadi agen vaksin,” cuitnya di akun twitter @Ronnie_Rusli pada Selasa, 22 Juni 2021.

Statemen Guru Besar UI Prof Ronnie H Rusli Soal Vaksin dan Masker Akun @Ronnie_Rusli

Pasalnya menurut Prof Ronnie vaksin apapun tidak menjamin seseorang tidak tertular Covid-19, tapi msker N95-N99 menjamin.

“Karena vaksin apapun tidak menjamin 95-99% tidak tertular C19. Tapi masker N95-99 menjamin tidak tertular C19,” tulisnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Prof Ronnie pun memberikan dorongan agar pemerintah Indonesia segera membuat masker N95-99 bermotif batik.

Dengan membeli bahan dasar saringan N95-99 dari Cina, kemudian diproduksi Indonesia dengan motif batik.

Prof Ronnie meyakini hal ini akan bisa menyaingi perusahaan impor jenis vaksin.

“Ayo buruan bikin masker motif batik dengan saringan N95-99 beli bahan dasarnya dari China bikin di Indonesia dan bersaing dengan perusahan yang impor vaksin segala jenis,” ujarnya.

“Iklankan produk masker menjamin 95-99% tidak tertular. Jangan lupa kirim 100 Masker ke saya karena kasih Ide terbaik,” lanjut Prof Ronnie.

“Jadi kalau pergi pakai batik maskernya juga batik N/KN95, bajunya biru maskernya biru KN95 dan seterusnya sesuai dengan kemeja/jasnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Prof Ronnie H Rusli mengungkapkan bahwa setelah vaksinasi dengan vaksi mRNA hasil CTScan menjukan ada sebuah gumpalan di jantung.

Prof Ronnie H Rusli menyebut terjadi inflamasi di jantung dan lympdenopathy terdeteksi dengan 18-FDG-PET-CTScan.

“Setelah vaksinasi dengan vaksi mRNA terjadi inflamasi di jantung dan lympdenopathy terdeteksi dengan 18-FDG-PET-CTScan,” tulis Prof Ronnie seperti dikutip mantrasukabumi.com dari akun twitter @Ronnie_Rusli pada Senin, 21 Juni 2021.

Prof Ronnie mempersilahkan jika ada yang ingin melakukan bantahan padanya, dengan syarat menunjukkan bukti secara scientific. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles