Minggu, 19 April 2026

INSPIRATIF NIH…! Risma Siapkan Rusun Bagi Masyarakat Miskin, Biaya Sewa Rp10.000 Per Bulan

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tengah menyiapkan hunian layak berupa rumah susun (Rusun) bagi masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang selama ini hanya tinggal di kolong jembatan atau bahkan hanya tidur di gerobak.

Risma menyebut, tahun 2021 ini ada dua unit yang tengah dibangun oleh Kementerian Sosial yakni di Bekasi dan di Jakarta dimana masing-masing berkapasitas 100 rumah tangga.

Secara kriteria, hunian tersebut diperuntukan bagi masyarakat miskin ataupun PMKS yang memang tidak memiliki rumah. Hunian yang disiapkan oleh Kemensos ini kata dia ukurannya bisa mencapai 27 meter persegi dengan satu kamar mandi yang disediakan.

Kemudian tahun depan, Kemensos akan membangun hunian yang sama di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Solo, Bandung, Medan, dan Makassar.

“Kriterianya memang mereka miskin kemudian belum memiliki rumah, kami akan lakukan survey dengan pendataan yang lebih masuk. Kita harus cek karena sewanya sangat murah sekali,” kata Risma di Kemensos, Selasa, 17 Agustus 2021.

“Insya Allah Rp10.000 perbulan, ini saudara kita yang tinggal di kolong jembatan, yang tinggal di gerobak mereka bisa kita bantu,” katanya.

Harga sewa ini kata Risma digunakan untuk kegiatan operasional gedung. Sementara untuk kebutuhan listrik dan air tetap ditanggung oleh mereka secara mandiri.

“Nanti listrik air mereka akan bayar sendiri. Itu (uang bulanan) hanya sewa untuk operasional gedung,” tuturnya.

Terkait pendataan, Risma menyebut Kemensos sudah memiliki data-data calon PMKS dan masyarakat miskin yang akan dipindahkan ke rumah susun ini.

Memang kata dia para PMKS selama ini lolos dari bantuan sosial karena terkendala dengan masalah identitas. Masalah identitas ini juga disebabkan karena mereka tidak memiliki alamat tempat tinggal.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, di awal-awal, Kementerian Sosial kata dia sudah mencoba menitipkan PMKS di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) karena sebagian dari mereka ada yang ditolak oleh RT/RW sehingga mereka tidak bisa mengakses bantuan sosial apapun.

Oleh karenanya kalau mereka bisa dipindahkan ke rumah susun ini nantinya mereka akan memiliki alamat.

“Kalau bisa ditempatkan di rusun maka dia punya alamat gitu sehingga mereka bisa mendapatkan identitas kemudian mereka bisa mengakses bantuan atau layanan dari pemerintah,” ucapnya.

Ke depan, Risma menegaskan para PMKS ini akan diberdayakan, mereka akan diajarkan untuk berwirausaha sehingga mereka tidak hanya mengandalkan bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah.

“Supaya kapasitas keuangan mereka lebih besar lagi,” ujarnya. (Enrico N. Abdielli)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles