Kamis, 18 Juli 2024

INSPIRATIF NIH…! Transaksi Kripto di Indonesia Capai Rp370 Triliun, Kota Denpasar Kini Miliki Blockchain Center

JAKARTA- Kota Denpasar kini resmi memiliki Blockchain Center yang berlokasi di Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar.

Blockchain Center ini akan menjadi wadah untuk pengembangan ekosistem Blockchain di Kota Denpasar.

Apalagi saat ini trend investasi dan adaptasi aset kripto di dunia termasuk di Indonesia sudah semakin marak.

Selain itu, Badan Kreatif (Bekraf) Kota Denpasar yang bekerjasama dengan Kepeng.io juga melakukan peluncuran versi beta dari Baliola.com.

Ketua Pelaksana Harian Bekraf Kota Denpasar, I Putu Yuliartha mengatakan, merujuk data Kementerian Perdagangan RI, hingga bulan Mei 2021 ini tercatat jumlah investor kripto mencapai 6,5 juta.

Adapun total transaksi yang terjadi di Indonesia sebesar Rp370 triliun.

“Peningkatan minat investor terhadap aset kripto di Indonesia itu perlu dibarengi gerakan literasi dan edukasi agar masyarakat memahami apa dan bagaimana sesungguhnya aset kripto tersebut. Berkaitan dengan itulah Bekraf Denpasar bekerjasama dengan Kepeng.io meluncurkan Bali Blockchain Center,” kata Yuliartha, Rabu 20 Oktober 2021.

Ia menambahkan, lewat Bali Blockchain Center ini nantinya akan memberi literasi kepada masyarakat untuk memahami teknologi crypto-currencies dan blockchain sehingga dapat mengembangkan diri di dalamnya secara benar dan efektif.

“Karena merupakan teknologi baru yang memerlukan pemahaman dan sejumlah referensi teknologi terkini, sasaran utama pendirian Bali Blockchain Center adalah kalangan mahasiswa dan masyarakat peminat aset kripto di Kota Denpasar,” kata Yuliartha.

Dalam jangka panjang, pendirian Bali Blockchain Center ini diarahkan untuk menjadikan Kota Denpasar sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi blockchain dan terkoneksi dengan dunia.

“Mungkin terkesan muluk, tetapi di tengah kemajuan teknologi informasi dan teknologi finansial saat ini, keinginan tersebut bukan hal yang tak mungkin diwujudkan,” katanya optimis.

Apalagi saat ini di Denpasar sudah ada marketplace NFT (Non-Fungible Token) yakni Baliola.com.

Lewat situs tersebut akan menjadi marketplace untuk penjualan produk kreatif seniman Denpasar baik digital maupun non digital dalam bentuk NFT.

“Ini merupakan proyek pertama dari Kepeng.io yakni aset digital (cryptocurrency) berbasis teknologi blockchain yang sedang diinkubasi oleh Bekraf Denpasar,” katanya.

Sementara itu CEO Kepeng.io, I Gede Putu Rahman Desyanta mengatakan bahwa peluncuran versi beta dari Baliola merupakan momentum terbukanya wahana bagi seniman dan pegiat NFT untuk melakukan proses minting karya kreatif menjadi NFT.

Menurutnya, pada proses minting NFT, para kreator dapat mentokenkan karya mereka dan menentukan harga jual dalam nilai Token Kepeng (KPG).

“Jadi para kreator dapat menentukan sendiri harga penjualan karya kreatif mereka melalui tiga pilihan, yakni fix price, timed auction, serta open for bids,” kata Desyanta.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Baliola menyediakan fitur bagi para seniman untuk menjadikan karya kreatif mereka memiliki nilai yang lebih tinggi, dari segi estetika maupun nilai jualnya.

Melalui Baliola.com ini berbagai properti dapat ditambahkan sendiri oleh seniman pada karya mereka, seperti dokumen pendukung, video, foto, maupun opsi bagi seniman untuk menyertakan karya seninya dalam bentuk fisik.

“Dengan menyatukan kekuatan kreativitas yang telah mengakar di Bali dengan teknologi blockchain, Bali Blockchain Center kami yakini dapat menarik industri-industri blockchain di seluruh dunia dan pada gilirannya akan turut memperkuat perekonomian di Bali, khususnya di Kota Denpasar,” katanya. (Muff)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru